Guru Honor Mengeluh Belum Terima Gaji 3 Bulan

148

MUARA ENIM, BERITAANDA – Sebagian guru honorer di Kabupaten Muara Enim keluhkan masalah gaji yang sudah hampir 3 bulan yang belum diterima, baik dari dana APBD maupun dana BOS APBN.

Hal ini diungkapkan salah satu guru honorer yang mengajar di salah satu SMP di Kabupaten Muara Enim yang minta tidak disebut namanya, Jumat (6/3/2020).

“Kami hampir 3 bulan ini belum terima gaji, baik gaji dari Tunjangan Harian Lepas (THL) yang bersumber dari APBD Muara Enim maupun guru serta pegawai honorer yang digaji melalui dana BOS APBN pun belum gajian,” ungkapnya.

Kemudian dia mengatakan, hal seperti ini hampir setiap tahun terjadi dan terkadang sempat lebih dari 3 bulan.

“Hal ini hampir setiap tahun terjadi. Kalau kita konfirmasi ke kepala sekolah, katanya memang belum cair dari pemkab. Sedangkan terkait gaji honorer dana BOS terlambat karena masih ada sekolah yang belum tuntas laporan, sehingga sekolah yang sudah laporan pun turut serta ikut terlambat pencairan dana BOS tersebut,” terangnya.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Muara Enim melalui wakil ketua Jumran, SH, MM mengharapkan kepada pihak terkait agar dapat memperlancar proses pencairan dana tersebut, sehingga para guru dan pegawai honorer dapat menerima gaji yang juga mereka harapkan.

“Mereka ini bergantung pada gaji THL dan dana BOS itulah. Jadi kalau belum dibayar gaji, bagaimana mereka melanjutkan hidup serta bisa profesional di dalam bekerja, karena disaat mengajar harus memikirkan bagaimana dapat membeli beras,” ungkap Jumran.

Maka itu, lanjut Jumran, pihaknya berharap besar kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk dapat mencairkan dana tersebut. Dan untuk para guru dan pegawai honorer agar dapat melengkapi berkas yang diminta untuk perlengkapan pencairan dana tersebut.

“Besar harapan kita pemerintah dapat segera mencairkan dana tersebut, karena gaji itu merupakan harapan para honorer untuk melanjutkan hidup. Dan kami juga berpesan kepada para honorer untuk melengkapi seluruh berkas yang berkaitan dengan THL maupun untuk pelaporan dana BOS, seperti kelengkapan administrasi absensi, dan sebagainya,” harap Jumran.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Irawan Supmidi melalui Kepala Bidang SMP Rizal Alpian menerangkan, bahwa dana BOS sudah masuk rekening sekolah masing-masing. Namun RKAS sekolah-sekolah tertentu belum disahkan.

“Kalau THL ke bidang GTK saja tanya, karena bidangnya di GTK. Tapi kalau dana BOS sudah ditransfer ke rekening sekolah masing-masing, akan tetapi sebelum menggunakan dana tersebut pihak sekolah harus mengesahkan RKAS-nya terlebih dahulu,” terang Rizal.

Ia juga mengatakan terkait beberapa sekolah yang sudah menyerahkan laporan penggunaan dana BOS dan RKAS saat ini sedang diperiksa oleh Tim BOS Kabupaten. “Sekarang sebagian besar sudah dan sedang di koreksi oleh tim BOS kabupaten,” katanya. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda