Gubernur Mirza Lunasi Janji, Bhayangkara FC Resmi Bermarkas di Lampung

38

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA — Rasa lega dan syukur terpancar dari wajah Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, setelah suksesnya launching Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Senin (28/7/2025).

Menurut Yoga, peristiwa ini menandai dua hal penting. Pertama, penunaian janji Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kepada masyarakat bahwa Provinsi Lampung akan memiliki klub sepakbola yang berlaga di kasta tertinggi Liga 1.

“Ini bukan janji kepada Bhayangkara FC, melainkan kepada seluruh rakyat Lampung. Dan Alhamdulillah, janji itu kini tunai. Tapi ini baru permulaan, karena Gubernur punya target ambisius berikutnya,” ujar Yoga di Kantor PSSI Lampung.

Kedua, momen ini menjadi tonggak baru kebangkitan sepakbola Lampung. Ia berharap kehadiran Bhayangkara FC dapat membangkitkan gairah olahraga ini, termasuk dalam pembinaan talenta muda dan penciptaan ekosistem sepakbola yang hidup dan berkelanjutan.

Yoga mengungkapkan bahwa perjuangan tim tidak hanya soal menyiapkan acara launching yang meriah, tetapi juga memenuhi semua standar infrastruktur Liga 1.

“Selama tiga bulan ini, baru tadi malam saya bisa tidur nyenyak. Kami bekerja keras menyiapkan semua agar Bhayangkara FC benar-benar berkandang di Lampung,” ujarnya.

Meski awalnya banyak yang meragukan wacana ini, terutama dengan waktu persiapan yang sempit, semua keraguan itu ditepis dengan kerja nyata.

“Banyak yang skeptis. Siapa yang percaya di awal?, tapi dengan kerja keras seluruh tim dan dukungan luar biasa dari Gubernur, semuanya bisa terwujud.”

Yoga menambahkan, persiapan acara hanya berlangsung dalam dua minggu sejak kepastian kehadiran Kapolri.

“Bayangkan, dua minggu saja untuk acara sebesar itu. Tapi Alhamdulillah, launching kami disebut sebagai yang paling meriah dibanding klub-klub lain,” katanya bangga.

Dari Gubernur, Kakorlantas, hingga Kapolri memberikan apresiasi atas kemegahan stadion dan antusiasme masyarakat. Bahkan saat hujan turun, penonton tetap bertahan dan kembali ke tribun saat hujan reda.

“Pak Kapolri sampai kagum melihat semangat masyarakat Lampung. Mereka ini penonton organik—militan dan tulus,” tambahnya.

Lebih jauh, Yoga mengungkapkan bahwa kehadiran Bhayangkara FC hanyalah awal dari visi besar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal: membangun stadion bertaraf internasional di Lampung.

“Syarat utama membangun stadion internasional adalah memiliki klub Liga 1 dan lahan. Dua-duanya sudah kita punya. Tinggal berjuang ke Kementerian agar bisa mendapatkan dukungan anggaran,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat Lampung untuk terus mendukung langkah-langkah kemajuan sepakbola di daerah.

“Ini bukan sekadar soal klub, tapi soal harga diri dan mimpi rakyat Lampung. Mari kita satukan semangat untuk kejayaan sepakbola kita,” tutup Yoga.

Komunitas Suporter Bhayangkara FC Mulai Terbentuk

Seiring bergabungnya Bhayangkara FC ke Provinsi Lampung, pembentukan komunitas suporter pun mulai dilakukan. Kelompok utama yang mendukung tim ini adalah Elbara, identik dengan warna kuning, yang mendominasi tribun saat launching.

Meski demikian, Yoga Swara menegaskan bahwa para penonton tidak diwajibkan mengenakan warna tertentu saat mendukung tim.

“Kreativitas sangat terbuka. Yang penting tertib dan tidak melanggar aturan. Sudah ada juga komunitas seperti Sikambara. Siapa pun boleh membentuk komunitas baru,” jelasnya.

Menurut Yoga, pembentukan basis suporter yang solid dan kreatif menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer sepakbola yang sehat di Lampung.

“Tujuan kita hanya satu: memajukan sepakbola Lampung dan memenuhi harapan masyarakat agar punya klub kebanggaan di Liga 1,” tandasnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda