Gerak Cepat Tim Gabungan TNI Bersama Stakeholder Tangani Karhutla di Pulau Beruang

11

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Tim gabungan TNI bersama Polri, BPBD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), RPK PT Riki dan masyarakat bergerak cepat melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, Senin (5/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pemantauan hotspot/firespot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Tulung Selapan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB untuk memastikan keberadaan titik api sekaligus melakukan upaya pemadaman.

Berdasarkan hasil groundcheck, ditemukan kebakaran pada lahan desa dan lahan PT Riki dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±5 hektare. Lokasi kebakaran berada pada koordinat sekitar S -3°14’06,7″ dan E 105°18’58,8″.

Dalam penanganan karhutla tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 3 personel TNI, 9 personel Polri, 5 personel RPK PT Riki serta sekitar 10 orang masyarakat. Tim juga mengerahkan satu unit water tank untuk mendukung proses pemadaman di lokasi.

Saat penanganan berlangsung, kondisi di lapangan masih ditemukan api disertai asap tebal. Sumber air yang digunakan untuk pemadaman berasal dari kanal yang berada disekitar lokasi. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan dan belum diketahui secara pasti.

Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono SH menegaskan, jajarannya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan bergerak cepat bersama seluruh stakeholder dalam menangani setiap titik api yang terdeteksi.

“Kami terus mengedepankan langkah cepat melalui patroli, groundcheck, pemadaman dan pendinginan di setiap lokasi yang terindikasi terjadi Karhutla. Penanganan ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat,” ujar Dandim, Selasa (6/10/2026).

Selain melaksanakan pemadaman dan pendinginan, personel di lapangan juga melakukan patroli darat di wilayah rawan karhutla, verifikasi hotspot, pemantauan perkembangan situasi serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Dandim juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

“Pencegahan menjadi langkah utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” tegasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda