Gegerkan Warga Gempolan, Oknum Polisi Tewas Bunuh Diri

313

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Masyarakat Dusun V Desa Gempolan Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendadak heboh saat mendengar suara letusan pistol dan teriakan seorang warga melihat cipratan darah di rumah NA (59), Rabu (3/6/2020).

Kemudian, beberapa warga nekat mencoba mengintip dari jendela. Mereka terkejut bahkan shock. Pasalnya, di kamar depan rumah NA tergeletak sesosok jasad yang berlumur darah mengenakan kaos dan celana panjang seragam Polri.

Warga pun langsung mengenali jasad yang tergeletak bersimbah darah itu adalah Bripka AMP (35), anak NA yang merupakan anggota Polsek Rambutan Polres Tebing Tinggi.

Sementara A. Pane (60), warga setempat mengatakan, setelah dicek, ternyata Bripka AMP sudah meninggal dunia. Kepala Desa (Kades) Gempolan, Rosinta Sianturi, didampingi Kadus V, Kriston Hutapea, adalah orang yang pertama kali masuk dan melihat langsung korban tidak bernyawa dalam kondisi sebagian badan telungkup. Sedangkan senjata api (pistol) berada tidak jauh dari mayat Bripka AMP.

Kadus V Kriston Sianturi mengatakan, korban ditemukan di kamar depan dalam kondisi bersimbah darah. Saat itu tidak ada orang lain selain korban sendiri, dan ibunya NA.

Pihak Polres Sergai yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan, dipimpin langsung Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang.

Beberapa saat usai melakukan penyelidikan, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH MHum, didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata dan Kasubbag Humas IPDA Zulpan Ahmadi memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi kejadian.

Kapolres mengatakan, oknum polisi yang tewas itu dinyatakan bunuh diri menggunakan senjata api.

“Bripka AMP tewas akibat bunuh diri dengan senjata api miliknya pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wib. Bripka AMP memiliki penyakit pinggang yang sudah lama dideritanya, dan tidak kunjung sembuh. Hal inilah membuat dugaan kuat AMP bunuh diri,” terangnya.

AKBP Robin mengatakan, Bripka AMP menembakkan pistolnya ke leher hingga peluru tembus ke bagian kepala.

“Korban bunuh diri dengan menembak bagian lehernya dan tembus ke bagian kepala. Korban tewas di kamar depan rumah orang tuanya,” katanya.

Dijelaskan dia, kejadian tersebut berawal saat Bripka AMP datang ke rumah orang tuanya pagi tadi sekira pukul 04.00 Wib. Sebelum bunuh diri, Bripka AMP masih sempat membuatkan sarapan pagi untuk ibunya.

“Saat kejadian di dalam rumah, hanya ada AMP dan ibunya. Selang beberapa jam, satu kali suara letusan terdengar dan terlihat AMP mengunakan baju kaos sudah meninggal,” tambahnya.

AKBP Robin mengatakan, Bripka AMP diketahui memiliki dua orang anak dan seorang istri. Ia tinggal di Tebing Tinggi, dan datang ke rumah orang tuanya lalu melakukan bunuh dari. “Ini murni bunuh diri dan peristiwa ini sudah kami tangani,” ungkap Kapolres Sergai. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda