dr. Riski Ramadhan: Ini Masalah Miskomunikasi Terkait Pemberian Sembako

434

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Ketua DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH SE didampingi oleh James Hotlan Pangaribuan SE yang juga anggota DPRD Sergai dari Fraksi Gerindra, menghadiri pertemuan bersama Kepala Desa Kota Pari Abdul Khair, para pengusaha, BPD, LKMD, para perangkat desa dan masyarakat, bertempat di aula kantor Desa Kota Pari, Selasa (14/4/2020).

Pada pertemuan tersebut mengklarifikasi tentang surat bantuan sembako yang dikeluarkan oleh Pemdes Kota Pari bagi masyarakat terkait Covid-19, yang diberikan kepada para pelaku usaha (pengusaha) ditandatangani oleh Kades, BPD dan LPMD.

Ketua DPRD Sergai mengatakan bahwa beliau menerima laporan dari masyarakat dan membaca berita dari salah satu media online terkait masalah pengutipan sembako yang dilakukan oleh Pemdes Kota Pari untuk bantuan Covid-19 yang disalurkan kepada masyarakat.

Pada paparannya, dr. Riski menyebutkan bahwa tentang bantuan sembako yang diberikan untuk masyarakat Desa Kota Pari sudah dipahaminya.

“Ini masalah miskomunikasi antara Pemdes dan pelaku usaha (pengusaha),” ucap Ketua DPRD Sergai.

Ia sangat mengapresiasi Kades Kota Pari yang telah melakukan pemberian sembako untuk kebutuhan warganya yang kena dampak Covid-19 ini. “Semoga bisa dicontoh oleh para kades di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat,” katanya.

Politisi Gerindra ini juga menyebutkan bahwa DPRD Sergai juga mengucurkan dana sebesar Rp2,2 miliar yang akan kami salurkan sebagai bentuk kepedulian dewan terhadap masyarakat di Kabupaten Sergai.

Sementara Abdul Khair (Dolah) selaku Kades Kota Pari sangat berterima kasih kepada Ketua DPRD Sergai yang telah membahas serta mengklarifikasi masalah tentang pemberian sembako yang diterima dari pelaku usaha (pengusaha).

Dolah juga menyebutkan, pada pertemuan ini sengaja menghadirkan para pengusaha dan masyarakat agar jelas permasalahannya.

“Kami mengundang pelaku usaha (pengusaha) yang telah melaporkan tentang hal ini kepada media dan DPRD, tapi yang bersangkutan tersebut tidak hadir, padahal sudah dikabari,” katanya.

Dihadapan Ketua DPRD dan para pengusaha serta masyarakat, Kades Kota Pari juga mengatakan bahwa kami tidak pernah memaksa mereka memberikan bantuan dan tidak menentukan seberapa banyaknya, tapi mereka langsung yang mengantarkan sembako tersebut ke kantor desa berupa telur, minyak goreng dan gula putih.

“Tujuan saya melakukan hal seperti ini ingin hubungan antara para pengusaha dan masyarakat bisa saling bersilaturahmi,” bilang Dolah.

“Hingga kini bantuan sembako berupa beras sudah terkumpul sebanyak 2,3 ton dari target kami membutuhkan 5 ton, untuk kami salurkan ke masyarakat. Semoga kedepannya para pengusaha yang ada di Desa Kota Pari akan membantu pemdes untuk penyaluran ke warga yang berjumlah 11 dusun,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda