Dony Estavian: Olahraga Menembak Perlu Ketenangan dan Konsentrasi yang Tinggi

1094

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kecintaannya pada olahraga menembak tak sia- sia, dari olahraga ini dirinya banyak kenal dengan orang – orang di kalangan atas, baik sipil maupun TNI/Polri di daerah Bandar Lampung maupun ibukota Jakarta, bahkan di seluruh Indonesia.

Pada suatu kesempatan, Sekretaris II Pengprov Perbakin Lampung ini bercerita kepada BERITAANDA bagaimana awal mula dirinya menjadi seorang penembak sampai sekarang, hingga saat ini dipercaya menjadi pelatih andalan cabang olahraga menembak KONI Provinsi Lampung.

Pria berpenampilan rapi ini bertutur bahwa dirinya sangat mencintai olahraga menembak yang memang merupakan hobinya. Dony bercerita pernah mengenyam pelatihan dasar menembak PB Perbakin, kemudian pendidikan pelatih menembak lisensi C Perbakin.

Untuk diketahui, Dony Estavian sebagai Sekretaris II Pengprov Perbakin Lampung yang menaungi 18 club menembak resmi di wilayah Provinsi Lampung, juga menjabat sebagai Ketua Umum Menjangan Shooting Club dan Sekretaris II Marines Shooting Club Lampung (Brigif 4 Marinir BS). Dirinya juga menguasai beladiri karate dan kempo.

Dony mengisahkan, sebelum dirinya belajar olahraga menembak, sudah lebih dahulu mengenal menembak.

“Karena semasa SMA tahun 1997 hingga tahun 2000 saya tinggal di Bengkulu, yaitu di Asrama Ton Intel Korem 041/Garuda Emas. Kemudian saya termotivasi oleh saudara yang kebetulan seorang anggota dan hobi menembak, sehingga saya banyak belajar dari beliau,” kenangnya.

“Pada akhirnya saya kembali ke Lampung, ikut bergabung dengan Pengprov Perbakin Lampung. Kemudian langsung mengikuti pelatihan – pelatihan menembak, serta mengikuti latihan – latihan  menembak bersama, baik itu di lapangan tembak Perbakin, lapangan tembak Marinir, lapangan tembak SPN Polda, lapangan tembak Senayan Jakarta, bahkan pernah juga mengikuti menembak lorong di Dodiklatpur Rindam Jaya Jayakarta,” jelasnya.

Terkait suka dukanya selama menekuni olahraga ini, Dony mengatakan, tidak semudah seperti yang kita bayangkan untuk bisa menjadi mahir dalam menembak, terutama menembak pistol.

“Dalam hal ini kita dituntut untuk mempunyai ketenangan dan konsentrasi yang tinggi, karena pistol api murni dari bidikan dan ketrampilan serta keahlian kita. Tanpa menggunakan telescop atau yang lain seperti senapan laras panjang,” kata dia.

“Jadi kita harus benar melalui tahapan dan tahapan untuk bisa menjadi mahir, sarana dan prasarana pun harus menunjang di setiap kegiatan. Kita juga harus rutin melaksanakan latihan, sehingga hasilnya pun bisa maksimal walaupun menyita waktu juga giliran kita,” tegas dia lagi.

Di menembak ini, lanjut dia, sukanya kita dapat banyak kawan dan saudara dari berbagai kalangan serta bisa menjadi sarana silaturahmi.

Sementara terkait perkembangan olahraga menembak di Indonesia, pria bertutur ramah yang suka musik dan mengaku bisa main gitar sejak SMP kelas 1 ini menegaskan, olahraga menembak di Indonesia maju sangat pesat.

“Dahulu hanya diminati kalangan terbatas, dalam arti tidak banyak yang mengenal menembak, seiring dengan waktu dan perkembangan zaman, sangat banyak orang yang menggemari dan mendalaminya,” jelas dia.

“Walaupun banyak sekarang ini yang bergabung di Perbakin dan mengikuti kegiatan menembak dengan menjadi anggota club menembak dan hanya mengunakan senapan angin saja, itu yang terbanyak dan sangat banyak dibandingkan dengan yang mengunakan dan atau memiliki senjata api. Dikarenakan tidak semua orang bisa memiliki senjata api tersebut, juga harus memenuhi aturan yang sangat ketat sesuai dengan peraturan Kapolri No. 08 Tahun 2012,” pungkas Dony menutup bincangnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda