Diduga Dirampok, Seorang Guru SDN 1 Terate Ditemukan Tewas di Rumah Lamanya

2053
Rumah korban di Dusun 11 Desa Kijang Ulu Kecamatan Kayuagung OKI.

OKI, BERITAANDA – Sebelum ditemukan tak bernyawa dengan kondisi kedua tangan terikat dan mulut disumpal handuk, Selasa (14/2/2023) sekira pukul 22.30 WIB. Korban Zulkifli Ishak (57) yang merupakan guru SDN 1 Terate Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut, mulanya pamit pergi untuk menjalani terapi hingga malam.

Tewasnya seorang guru ini diduga motifnya perampokan. Sebab, motor dan handphone (HP) korban raib entah ke mana. Peristiwa itu terjadi di rumah lama korban di Dusun II Desa Kijang Ulu Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

Menurut Kepala Desa Kijang Ulu Misroh saat dikonfirmasi Kamis (16/2/2023), malam itu dia mendapatkan informasi dari warga kalau korban ditemukan tak bernyawa di rumah lamanya. Dia pun bergegas ke sana.

Rumah itu berjarak sekitar 50 meter dari SMP 5. Disamping kiri dan kanan rumah itu, ada rumah warga lain, hanya berkelang tanah kosong.

Masih menurut dia, dulunya korban tinggal di rumah itu. Namun sudah 2 tahun terakhir pindah ke Desa Kijang Ulu. Nah, rumah itu dalam kondisi kosong. Hanya sesekali, korban datang untuk mengecek kondisi rumah dua tingkat berpagar stainless itu.

Tiba di sana, Misroh bertemu keluarga korban yang datang dari Desa Kijang Ulu.

“Saat ditemukan, posisinya tergeletak dalam kamar mandi di lantai bawah. Kedua tangan terikat dan di leher ada luka sayatan,” kata dia seraya menambahkan, mulut korban disumpal pakai handuk. Mungkin supaya tidak mengeluarkan teriakan. Tubuh korban juga bau minyak tanah. Diduga disiram, tapi urung dibakar pelaku pembunuhan sadis itu.

Kata Misroh, dia dapat cerita dari keluarga korban, sekitar Selasa (14/2/2023) pukul 13.00 WIB, korban pamit pergi ke Kayuagung untuk terapi. Tapi, ditunggu hingga pukul 21.00 WIB, tidak kunjung pulang. HP juga tak bisa dihubungi karena nomornya tidak aktif.

“Oleh Karena itu, keluarga korban mencari ke rumah disini,” terang Misroh seraya menjelaskan, ternyata dugaan tersebut benar. Korban memang ada, tapi sudah dalam keadaan tak bernyawa. Selain luka sayat di leher kiri dan kanan, juga ada luka di perut.

“Tidak ada darah berceceran di lantai. Darah di kamar mandi juga sudah mengering,” ungkap dia memperkirakan kalau korban dibunuh sebelum Maghrib.

Polisi dari Polsek Kayuagung dan Satreskrim Polres OKI yang mendapatkan informasi warga, juga mendatangi lokasi kejadian.

Lanjut dia, mereka lalu mengamankan rekaman CCTV yang ada di rumah kades. Dalam rekaman terlihat ada motor Beat melintas, yang diduga dikendarai pelaku.

Sementara itu, Kades Terate, Hamdani, membenarkan kalau korban saat ini tercatat sebagai warganya setelah pindah dari Desa Kijang Ulu.

“Jenazah almarhum sudah dikebumikan di tempat pemakaman keluarga,” kata dia seraya mengatakan bahwa semasa hidup, korban dikenal baik, aktif ikut kegiatan keagamaan maupun gotong-royong di desa.

“Makanya kami sangat terkejut mendapat kabar almarhum meninggal, diduga dibunuh. Dari informasi yang kami dapat, selain luka di leher dan perut, dari tubuh korban juga tercium bau minyak tanah yang menyengat. Ada dugaan korban sudah disiram minyak tanah, namun tak jadi dibakar pelaku,” jelasnya.

Setahu Hamdani, almarhum dan istrinya sama-sama guru. Namun, sang istri sudah lebih dulu pensiun. Sedangkan korban masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Terate.

“Tadi banyak guru dan siswa yang datang melayat,” tandas dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal menjelaskan, untuk sementara dugaan yang dialami korban adalah pembunuhan.

“Tapi masih kita selidiki lebih lanjut. Pelakunya juga,” katanya.

Lanjut dia, petugas belum bisa meminta keterangan pihak keluarga korban yang masih berduka.

Kepala Dinas Pendidikan OKI Refly MM sudah mendapatkan kabar duka meninggalnya guru SD Negeri 1 Terate yang diduga dibunuh tersebut.

“Semoga pihak keluarga dapat ikhlas dan sabar menerima ujian ini. Mudah-mudahan pelakunya segera ditangkap,” katanya.

Meski tak kenal secara pribadi, tapi dia banyak mendapat cerita tentang kepribadian almarhum. Sosok korban dikenal baik.

“Dia guru kelas III. Tiap hari mengajar murid-muridnya. Semua tentu merasa sangat kehilangan,” pungkas Refly. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda