Didominasi Remaja, P2UKD Serinanti Ajarkan Tata Cara Mengurus Jenazah

851

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dalam agama Islam, hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Itu artinya, diantara umat muslim diwajibkan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan bagaimana cara memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkan jenazah yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Sesuai fungsi saat ini bukan hanya sebatas penghulu saja, maka Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) Serinanti Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengajak masyarakat desanya untuk menambah ilmu pengetahuan agama terkait hal tersebut.

Dan Alhamdulillah, keinginan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti ada 35 orang peserta ikuti pelatihan dan praktek mengurusi jenazah yang digagas P2UKD Desa Serinanti, Aslulillah,ST, yang kegiatan itu digelar di Masjid Ar-Rahma Desa Serinanti, Sabtu (6/6/2020) lalu.

Dengan mentor Ustadz Akmal dari Pondok Pesantren Bait Quran. Mulai pukul 14.00 Wib, setelah tausyiah bertemakan ‘ilmu dan bekal dunia wajib kita cari, ilmu akhirat pun jangan dilupakan’. Dilanjutkan sholat Ashar berjamaah. Setelah itu peserta didominasi remaja ini diajarkan tata cara mengurus jenazah.

P2UKD Serinanti, Aslulillah, ST Selasa (9/6/2020) mengatakan, untuk diketahui bersama, sejak pengaktifan kembali, P2UKD fungsinya bukan hanya sebatas penghulu saja, namun juga harus menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, umat dengan ulama, serta antar umat beragama.

“Dan hingga saat ini, saya masih tetap istiqomah dalam menjalankannya. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, dalam rangka memakmurkan masjid dan menambah pengetahuan secara pribadi maupun untuk seluruh masyarakat, baik tua, muda, kaya, miskin, pejabat atau orang biasa,” kata dia.

Lagi pula, penambahan dan pengembangan wawasan tentang penyelenggaraan jenazah memang harus tetap dimunculkan di tengah masyarakat secara berkesinambungan. Kata dia lagi, sebab kematian itu hal yang pasti dan tidak memilih siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada.

“Jadi, pelatihan mengurus jenazah sangat penting dilaksanakan, mengingat di era globalisasi sekarang ini, khususnya generasi muda hanya mementingkan kehidupan dan kepuasan batin mereka sendiri, sehingga mereka tidak mau tahu masalah seperti kegiatan tersebut,” ujar dia.

“Bahkan bisa dibilang hanya beberapa kalangan yang peduli terhadap bidang keumatan, terutama penyelenggaraan jenazah. Akibatnya, untuk melaksanakan fardu kifayah, biasanya didominiasi oleh para orangtua. Padahal, penyelenggaraan jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat muslim masih ada,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda