Dibalik Tugas Lapangan, Polres OKI Rawat Ketahanan Batin Lewat Binrohtal

3

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Suasana khidmat menyelimuti Polres Ogan Komering Ilir (OKI) pada Kamis (26/3/2026). Bertempat di Masjid Al-Fatuq Polres OKI, kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) kembali digelar sebagai bagian dari rutinitas pembinaan personel, dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang berlangsung setiap pekan ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU), anggota, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres OKI. Dalam suasana sederhana namun penuh makna, para peserta duduk bersaf, mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khusyuk.

Binrohtal diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menghadirkan ketenangan ditengah padatnya ritme tugas kepolisian yang kerap menuntut kesiapsiagaan tinggi. Momen ini menjadi ruang jeda yang menyejukkan sekaligus mengingatkan kembali pada nilai-nilai spiritual sebagai dasar pengabdian.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang menekankan pentingnya menjaga integritas, keikhlasan, dan ketakwaan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Profesionalitas, menurut penceramah, harus berjalan seiring dengan kekuatan moral dan spiritual agar setiap tindakan yang diambil senantiasa berada dalam koridor kebaikan.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH, dalam keterangannya menegaskan, bahwa binrohtal bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter personel Polri.

“Binrohtal ini bukan hanya rutinitas mingguan, tetapi menjadi kebutuhan bagi setiap anggota untuk menjaga keseimbangan antara tugas dan spiritualitas. Dengan hati yang bersih dan iman yang kuat, kita dapat menjalankan tugas secara profesional, humanis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan rohani menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Dengan landasan spiritual yang kuat, setiap personel diharapkan mampu menjadi teladan, baik dalam sikap maupun tindakan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi setiap personel untuk kembali menata niat dan memperkuat komitmen pengabdian. Ditengah dinamika tugas yang kompleks, keseimbangan antara profesionalitas dan spiritualitas menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis dan berintegritas. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda