OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dialog langsung bersama warga menjadi salah satu upaya efektif yang dilakukan oleh Hj. Ike Meilina selaku anggota DPRD Provinsi Sumsel dari dapil OKI-OI, untuk mengetahui berbagai kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah daerah pemilihannya.
Seperti yang dilakukan kali ini di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Selama sepekan, mulai 10 hingga 17 Februari 2026, Ike Meilina secara bertahap mengunjungi warga dari desa ke desa dalam rangka reses serap aspirasi. Sedikitnya enam desa di dua kecamatan didatanginya.
Di setiap desa yang dikunjungi, Ike Meilina berdialog langsung dengan warga, tidak hanya menjaring dan menampung aspirasi kebutuhan, tetapi juga menerima berbagai pengaduan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan dalam kebijakan pemerintah.

Kegiatan reses sebagai sarana komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan pemilih ini tentu dinanti warga. Seperti di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, bahkan Kepala Desa setempat, Susilawati, menyebut kegiatan tersebut menjadi momen penting.
“Ini momen penting. Kami berharap kedatangan Ibu Ike Meilina ke Desa Lebung Batang akan membawa harapan baru, mengingat masih banyak kebutuhan, baik di bidang infrastruktur maupun lainnya,” ujar Kades Lebung Batang, Susilawati, Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, dalam dialog langsung, Ike Meilina menegaskan bahwa kedatangannya ke Desa Lebung Batang memang bertujuan menyerap aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat provinsi, terkait berbagai kebutuhan masyarakat.
“Seperti disampaikan Ketua BPD tadi terkait kanal. Juga sesuai keinginan Ibu Kristin, kita akan berupaya agar pengurusan BPJS Kesehatan lebih dipermudah. Lalu pertigaan Desa Lebung Batang agar dilakukan perbaikan, nanti akan diperjuangkan,” tandas Ike Meilina di hadapan warga.

Saat berada di Desa Pangkalan Lampam, Kamis (12/2/2026), Ike secara lugas menanggapi apa yang disampaikan Zamrowi selaku Kades setempat, bahwa penghubung Dusun II dan III masih kekurangan dua jembatan, serta jalan desa masih berupa tanah sepanjang sekitar dua kilometer.
“Apa yang disampaikan Kades akan ditampung. Namun perlu diketahui, untuk jalan itu minimal lebarnya empat meter agar bisa diajukan ke tingkat provinsi. Terkait jembatan, akan dikomunikasikan ke anggota DPRD yang membidangi agar dapat diperjuangkan,” ujar Ike.
Namun, tambahnya, terkait jalan desa yang masih berupa tanah sepanjang sekitar dua kilometer tersebut, ia melihat ada kebutuhan mendesak bagi anak-anak sekolah menuju SMAN 1 Pangkalan Lampam, sehingga akan segera diperjuangkan.
Pada kegiatan reses Jumat (13/2/2026) di Desa Deling, Kecamatan Pangkalan Lampam, Ike menerima pengaduan terkait terbatasnya sinyal seluler. Ia juga menerima usulan mengenai kebutuhan infrastruktur jalan di desa tersebut.
“Ibu jangan heran jika di sini, berjarak sekitar 10 sampai 20 meter, sinyal bisa hilang. Jadi ada wilayah-wilayah tertentu yang terdapat sinyal. Itu salah satu keluhan warga Desa Deling, selain infrastruktur jalan,” ujar Camat Pangkalan Lampam, Amri Ubaidah.

Menanggapi hal ini, Hj. Ike Meilina menegaskan bahwa pihaknya membidangi perekonomian, antara lain sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, dan perindustrian. Namun terkait sinyal seluler dan infrastruktur, ia akan berkoordinasi dengan komisi yang membidangi.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Pampangan, seperti di Desa Bangsal pada Sabtu (14/2/2026), berbagai usulan juga disampaikan kepada Hj. Ike Meilina dalam kegiatan reses di desa tersebut, tak hanya infrastruktur tetapi juga kebutuhan lainnya.
Disaksikan Camat Pampangan Yudi Irawan, baik secara pribadi maupun mewakili warganya, Angkut Joyn selaku Kades Bangsal mengucapkan terima kasih kepada Pemkab OKI karena desanya yang dahulu tertinggal kini bisa lebih maju, khususnya di bidang infrastruktur.
“Dulu wilayah kami ini desa tertinggal, belum ada jalur darat. Selama 20 tahun kami melalui perairan, khususnya menuju ibu kota Kecamatan Pampangan. Alhamdulillah kini berkat Pemkab OKI ada jalur darat, tapi masih kurang, kalau bisa lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ali Hanafiah, tokoh masyarakat setempat, juga mengusulkan pembangunan tembok penahan tanah di kiri-kanan jalan sepanjang satu kilometer menuju ibu kota kecamatan Pampangan, jalan cor beton pertanian di RT 3 Desa Bangsal sepanjang satu kilometer dengan lebar tiga meter, serta 10 unit lampu jalan.
“Terkait jalan cor beton itu lebarnya tiga meter, apakah tidak bisa ditambah lagi jadi empat meter. Karena kalau mengusulkan ke provinsi tidak bisa jika hanya tiga meter. Kalau masih ada sisa tanah, usulkan empat meter,” tegas Ike Meilina menanggapi aspirasi tersebut.
Yang pasti, menurut Ike, ia datang ke Desa Bangsal memang sebagai tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi untuk memperjuangkan harapan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten OKI, khususnya di Desa Bangsal.
“Apa yang bapak sampaikan tadi akan dibawa ke tingkat provinsi dan diupayakan semoga dapat terealisasi sesuai harapan masyarakat di sini. Terkait lampu jalan, 10 unit ya, diupayakan tahun ini segera terealisasi,” janji Ike.
“Alhamdulillah, begitu masuk arah desa ini pemandangannya cantik, terlebih lagi ada kerbau. Cuma di rawa-rawa kami lihat ada sampah mengambang,” lanjut Ike.

Selain menyerap aspirasi, ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya minta jaga kebersihan lingkungan. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat di sini akan diupayakan. Semoga apa yang kami perjuangkan diridai Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga cepat terealisasi untuk Desa Bangsal,” tandas Ike.
Sebenarnya, tambah Ike, ia sudah lama ingin mengunjungi Desa Bangsal karena mengetahui banyak warga yang pintar membuat gulo puan dari susu kerbau. Namun ia mempertanyakan mengapa tidak ada usulan terkait kesehatan Kerbau Pampangan di desa tersebut.
“Apakah tidak ada masalah terkait tumbuh kembangnya, karena kerbau yang ada di wilayah Pampangan ini istimewa dan tidak sama dengan yang ada di wilayah lain. Maka harus terus dilestarikan. Saya ke sini ingin mendengar apakah ada permasalahan?” ungkap Ike.
Sementara itu, Ahad (15/2/2026), masih dalam kegiatan reses serap aspirasi di Desa Kuro, Kecamatan Pampangan, Hj. Ike Meilina juga berdialog langsung menyerap aspirasi masyarakat setempat, di mana ia mendapati masih terdapat sejumlah kebutuhan yang akan diperjuangkan.
“Kami sangat berterima kasih. Jujur, ini yang pertama kali anggota DPRD Provinsi Sumsel hadir di Desa Kuro. Di sini butuh pengerasan jalan Dusun 1 dan 2 sepanjang satu kilometer, juga terdapat tiang jembatan yang nyaris putus,” ujar Nanang A. Romi selaku Kepala Desa Kuro.

Saat reses di Desa Pulau Layang, Kecamatan Pampangan, Daud Damsir selaku Kades setempat menyampaikan beberapa usulan kepada Hj. Ike Meilina mengenai infrastruktur jalan, pembangunan masjid, air bersih, serta kebutuhan lainnya.
“Kita di sini butuh perbaikan jalan, air bersih, penambahan kabel dan tiang listrik. Selain itu, pelatihan dan modal UMKM, karena di sini banyak pengrajin seperti gulo puan, ikan salai, kerupuk kemplang, dan ikan giling,” ungkap Daud Damsir.
Menanggapi hal itu, Hj. Ike Meilina berdialog langsung dengan para pengrajin dan berupaya memenuhi kebutuhan yang diperlukan, namun meminta agar para pengrajin membuat kelompok, lalu melalui kepala desa menyampaikan proposal permohonan bantuan. (Iwan)



























