Dari Bonus Demografi Hingga Pasar Global, IJTI Lampung Tegaskan Peran Jurnalis Televisi

28

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung sukses menggelar Seminar Nasional Kelas Migran Vokasi yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) IJTI Lampung 2025, Kamis (18/9/2025), di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung.

Acara ini menegaskan komitmen IJTI dalam memperkuat peran media, khususnya jurnalis televisi, untuk mengawal program penyiapan sumber daya manusia (SDM) vokasi agar mampu bersaing di pasar global.

Seminar menghadirkan narasumber lintas sektor, antara lain Ditreskrimum Polda Lampung, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, IJTI Nasional, Dewan Pers, dan BP3MI.

Dalam paparannya, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Bambang Irawan menegaskan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas SDM vokasi sebagai jawaban atas tantangan bonus demografi sekaligus kebutuhan tenaga kerja global.

“Kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga mampu berdaya saing di pasar internasional,” ujar Bambang.

Perwakilan Ditreskrimum Polda Lampung menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja migran, terutama terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara itu, BP3MI menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat sipil untuk memastikan pekerja migran Indonesia terlindungi serta memiliki daya saing tinggi.

Adapun IJTI Nasional bersama Dewan Pers menegaskan peran strategis jurnalis televisi dalam menyajikan informasi yang edukatif, menjaga etika jurnalistik, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal program vokasi dan ketenagakerjaan.

Pada Musda IJTI Lampung 2025, Andres Afandi terpilih sebagai Ketua IJTI Lampung periode mendatang.

Dalam sambutannya, ia menegaskan kepengurusan baru akan menjadikan IJTI Lampung sebagai rumah besar jurnalis televisi yang memperjuangkan kesejahteraan anggota sekaligus aktif berkontribusi pada isu-isu strategis daerah.

“Kami ingin memastikan jurnalis televisi hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari solusi dalam menyiapkan SDM vokasi yang profesional dan siap bersaing secara global,” tegas Andres.

Dengan berakhirnya musda, IJTI Lampung di bawah kepemimpinan Andres Afandi diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, memperjuangkan kepentingan jurnalis televisi, serta memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor ketenagakerjaan dan vokasi. (*)

Bagaimana Menurut Anda