Cekcok Pengisian Solar di SPBU Punti Kayu Berujung Maut, Sopir Truk Tewas Ditusuk

28

PALEMBANG, BERITAANDA – Insiden kekerasan yang berujung kematian terjadi di SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Burlian Kilometer 7, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.50 WIB.

Seorang sopir truk berinisial MEP (26) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada kiri. Peristiwa tragis ini diduga dipicu perselisihan saat pengisian bahan bakar solar.

Dua orang yang diduga terlibat, yakni SI (25) selaku pengawas SPBU dan EPP (22) yang bertugas sebagai petugas keamanan, telah diamankan aparat gabungan dari Pamapta, piket fungsi Polrestabes Palembang, serta Polsek Sukarami sekitar pukul 04.30 WIB di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal, insiden bermula saat korban melakukan pengisian solar. Proses tersebut terhenti karena operasional SPBU telah berakhir, sementara korban merasa pengisian belum maksimal. Hal ini memicu cekcok antara korban dan SI.

Situasi kemudian memanas. Korban sempat keluar dari area SPBU dan menunggu diseberang jalan. SI lalu menghubungi EPP untuk bersama-sama menemui korban. Saat pertemuan terjadi, korban turun dari kendaraan dan perkelahian pun tak terhindarkan.

Dalam peristiwa tersebut, SI diduga melakukan penusukan yang menyebabkan korban terjatuh dengan luka fatal. Korban sempat dilarikan ke RS Myria Palembang oleh saksi di lokasi, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua tersangka, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rekaman kamera pengawas (CCTV) di area SPBU turut diamankan sebagai barang bukti penting.

Barang bukti yang telah diamankan antara lain pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian. Sementara itu, senjata tajam yang digunakan dalam aksi penusukan masih dalam pencarian oleh penyidik.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana menegaskan, bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dan menyeluruh.

“Dua tersangka telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Pencarian senjata tajam menjadi prioritas karena merupakan barang bukti utama. Rekaman CCTV juga sedang kami analisis untuk memperkuat konstruksi perkara,” ujarnya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus menegaskan komitmen penegakan hukum.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Tidak ada toleransi terhadap tindak kekerasan, terlebih di ruang publik. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, bahwa pihaknya memberi perhatian serius terhadap kasus tersebut.

“Setiap tindak kekerasan di ruang publik akan ditangani secara tegas dan transparan. Kami juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata tajam di tempat umum memiliki konsekuensi hukum berat,” ungkapnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda