BTPN Syariah Satu-satunya Bank Layani Nasabah Ibu Rumah Tangga Pra Sejahtera

113

PALEMBANG, BERITAANDA – Bank BTPN Syariah menjadi satu-satunya perbankan yang fokus pada core bisnis memberdayakan ibu rumah tangga pra sejahtera agar naik kelas dan memiliki usaha yang berkembang.

Fokus bisnis itu sudah dilakukan sejak bank ini resmi spin off dari Bank BTPN dan ke depan tetap akan berfokus pada core bisnis yang sama.

Corporate and Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan, BTPN Syariah terus melebarkan jangkauan nasabah dengan hadir lebih dekat pada nasabah hingga pelosok daerah.

Sumatera Selatan sendiri merupakan cabang dengan jumlah nasabah dan penyaluran pembiayaan yang cukup besar, karena Sumsel termasuk salah satu support penyaluran seluruh Indonesia. Tercatat sudah 121 ribu perempuan pra sejahtera produktif yang telah dilayani pembiayaannya oleh BTPN Syariah di Sumsel sejak 2013 lalu dengan total pembiayaan Rp 432 miliar.

Ibu rumah tangga pra sejahtera ini tergabung dalam kelompok yang berjumlah 10 orang atau disebut sentra. Di Sumsel saat ini terdapat 8.773 yang terus dibina agar berkembang dan naik kelas usahanya.

Ainul mengatakan, selain menyeleksi nasabah dengan prinsip kehati-hatian calon nasabah yang akan bergabung, sebenarnya juga telah diseleksi lebih dulu oleh anggotanya sendiri. Sebab, syarat untuk mendapat pembiayaan ini harus membentuk sentra dengan anggota 10 orang dan disetujui oleh semua anggota kelompoknya.

“Setelah itu juga nantinya barulah akan diseleksi kembali oleh Bank BTPN Syariah apakah calon nasabah layak mendapat pembiayaan,” ujar Ainul saat bincang dengan media, Jumat (27/10/2023).

Dia menambahkan, Bank BTPN juga memberikan pendampingan dan memberi literasi. Mereka didampingi agar usaha sukses sehingga bisa menyisihkan pendapatan untuk pengembalian pembiayaan.

“Jadi tugas kita bukan cuma menyalurkan pembiayaan saja, tapi juga memberi inklusi agar nasabah ini juga tahu bagaimana mengelola dana yang didapat, karena jika nasabah tidak paham inklusi pembiayaan yang didapat hanya akan jadi beban saja,” jelas dia.

Pendampingan dan inklusi ini dilakukan oleh community officer gang hadir hingga pelosok. Mereka bukan cuma menjadi bankir pemberdaya saja tapi juga jadi teman curhat nasabah, memberikan solusi jika nasabah punya masalah pada usahanya agar usaha yang dijalani terus maju dan berkembang.

Nasabah dibina dan didampingi dimulai sejak awal proses, hingga ibu nasabah mencapai setiap mimpinya. CO berperan sebagai role model dalam membangun empat karakter unggul nasabah yaitu berani, disiplin, kerja keras, dan solidaritas (BDKS).

“Kita optimistis potensi bisnis dan market di Sumsel terbuka lebar, karena Sumsel menyokong sebagian besar penyaluran pembiayaan secara nasional dengan angka kredit macet di bawah 2 persen,” tutup Ainul. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda