JAKARTA, BERITAANDA – PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025, dengan kualitas pembiayaan sebagai penopang utama pertumbuhan laba. Pencapaian ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi untuk membangun perilaku unggul sebagai kunci keberhasilan mereka.
Bank menegaskan komitmennya menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat inklusi melalui model bisnis pendampingan yang terbukti efektif dan relevan. Pendampingan tersebut berfokus pada penguatan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), sehingga nasabah mampu bertahan dalam berbagai situasi. Pendekatan ini dinilai tepat dalam memberdayakan segmen ultra mikro karena tidak hanya memberikan akses keuangan, tetapi juga pengetahuan guna meningkatkan kapasitas hidup nasabah.
Peran Community Officer (CO) menjadi garda terdepan dalam melayani sekaligus mendampingi masyarakat inklusi. Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), CO hadir langsung di tengah nasabah dengan modul pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi segmen ultra mikro. Selain itu, CO juga berperan sebagai teladan bagi ibu-ibu nasabah dalam menerapkan perilaku unggul BDKS sekaligus memperkuat solidaritas di sentra.
“Model bisnis pendampingan yang kami jalankan terbukti relevan dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat inklusi. Sepanjang tahun 2025, kami menghadirkan berbagai program apresiasi dan insentif guna memperkuat semangat nasabah dalam menerapkan empat perilaku unggul, khususnya dalam membangun solidaritas di sentra. Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,2 triliun. Kami berharap fokus bank dalam membangun perilaku unggul dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, Jumat (20/2/2026).
Selain pendampingan intensif, BTPN Syariah juga memberikan perhatian khusus kepada nasabah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologis dengan menyalurkan berbagai program bantuan guna mendukung pemulihan nasabah dan komunitas sekitar.
Sepanjang 2025, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan (year-on-year). Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,35 triliun, dengan rasio keuangan tetap kuat, yakni Return on Assets (RoA) 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 57,7 persen. (Febri)






























