BPS Catat Sumsel Deflasi 0,15 Persen di Bulan April

267

PALEMBANG, BERITAANDA – Sejumlah kolompok bahan makanan, transportasi hingga pulsa telepon dan harga beras menyokong deflasi dua kota di Sumsel dan Provinsi Sumsel sendiri.

Sumatera Selatan di bulan April 2020 deflasi sebesar 0,15 persen, dan inflasi kumulatif sampai bulan April sebesar 0,76 persen. Sementara inflasi tahunan year on year April 2020 terhadap April 2019 sebesar 2,48 persen.

“Deflasi di Kota Palembang dan Lubuk Linggau juga memberikan andil deflasi bagi Sumsel, bahkan secara nasional ada 51 kota di tanah air deflasi pada bulan April lalu, atau lebih besar daripada inflasi yang hanya terjadi di 39 kota saja,” ujar Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih, Senin (4/5/2020).

Endang mengatakan, berdasarkan hasil pantauan BPS, deflasi Kota Palembang di bulan April lalu sebesar 0,12 persen atau inflasi kumulatif sebesar 0,80 persen. Sementara inflasi tahunan year on year pada bulan April 2020 terhadap April 2019 sebesar 2,54 persen.

Endang mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas melalui survei harga konsumen di Kota Palembang pada April 2020 secara umum menunjukkan adanya penurunan indeks harga konsumen, khususnya kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok transportasi, juga kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,37 persen atau menyumbang andil deflasi umum sebesar 0,11 persen,” tambah dia.

Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah turun harganya rata-rata sebesar 21,49 persen menyumbang andil deflasi sebesar 0,220 persen. Daging ayam ras turun harganya rata-rata sebesar 6,24 persen, menyumbang andil deflasi sebesar 0,098 persen. Telur ayam ras turun harganya rata-rata sebesar 5,94 persen, menyumbang andil deflasi sebesar 0,053 persen. Dan beras turun harganya rata-rata sebesar 0,90 persen menyumbang andil deflasi sebesar 0,033 persen.

“Stok bahan pangan itu banyak dan harganya murah, sehingga menyumbang inflasi,” ujar Endang.

Sementara itu kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, menyumbang andil deflasi umum sebesar 0,01 persen. Kelompok ini mengalami deflasi disebabkan turunnya tarif angkutan udara rata-rata sebesar 1,10 persen menyumbang andil deflasi umum sebesar 0,006 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan April juga mengalami deflasi 1,30 persen, menyumbang andil deflasi umum sebesar 0,07 persen.

“Sementara itu Lubuk Linggau juga deflasi sebesar 0,43 persen April lalu atau inflasi kumulatif sebesar 0,39 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya deflasi di Kota Lubuk Linggau antara lain cabai merah, angkutan udara, daging ayam ras dan biaya pulsa ponsel,” pungkas dia. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda