BNNK OKI Berdayakan Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba Lewat Pelatihan Hidroponik

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) tidak hanya berfokus pada penindakan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) juga mengedepankan pendekatan humanis dan produktif dengan memberdayakan masyarakat di kawasan rawan narkoba melalui program alternatif yang memiliki nilai ekonomi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) life skill pada kawasan rawan narkoba dalam rangka penyelenggaraan program pemberdayaan alternatif yang digelar di Desa Sedyo Mulyo, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang bersumber dari anggaran DIPA-066.01.2.403709/2026 ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh 40 peserta. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Camat Mesuji Raya, Kepala Desa Sedyo Mulyo beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pelaku dunia usaha, hingga masyarakat setempat.

Hadir mewakili BNNK OKI, yakni Ketua Tim (Katim) Pemberdayaan Masyarakat Dedi Mashuri S.Sos serta Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama Sarina S.M. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BNN, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari para pihak terkait.

Memasuki sesi inti, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang aplikatif dan relevan dengan potensi desa. BNNK OKI menghadirkan narasumber dari Badan Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan SDM Pertanian, yakni Ahmad Kurni dan Nurul Hidayah S.P.

Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui metode hidroponik. Para peserta diperkenalkan dengan teknik bercocok tanam modern tanpa menggunakan media tanah yang dinilai lebih efisien, hemat lahan dan air, serta berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto S.Sos menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BNNK OKI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“Sinergi ini menjadi kunci dalam upaya P4GN di kawasan rawan narkoba, khususnya di Desa Sedyo Mulyo. Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kegiatan positif dan produktif sebagai benteng pertahanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba atau Bersinar.

“Melalui pemberdayaan alternatif, seperti pengembangan tanaman hidroponik, masyarakat diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dengan adanya kemandirian ekonomi, lanjutnya, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan diri sehingga tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika yang kerap dipicu oleh faktor ekonomi.

“Program pemberdayaan alternatif ini menjadi salah satu strategi unggulan BNN dalam mengubah kawasan yang sebelumnya rawan menjadi kawasan yang berdaya, mandiri, dan produktif,” tandasnya.

Dengan semangat War on Drugs, tambahnya, BNNK OKI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina dan penggerak perubahan menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda