Bentrok 2 Desa di Tapsel: 3 Warga Tertembak, 1 Polisi Luka, 1 Rumah Terbakar

1175

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Warga Desa Benteng Huraba dan Kelurahan Pintu Padang di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan, bertikai dan berujung bentrok, Selasa (26/5/2020) sore hingga malam.

Akibat kejadian ini, 3 warga Kelurahan Pintu Padang mengalami luka tembak senapan angin dan dirawat di Puskesmas. Ketiganya adalah Hoirul Saputra Daulay (23), luka tembak di leher. Wahyu Lutfi (17), luka tembak di dada, dan Ricky Hardito (29), luka tembak di paha kanan.

Seorang warga lainnya, Asrul Efendi Pane (41), mengalami luka di dahi, pipi, bibir dan telapak tangan. Selain itu, seorang polisi bernama Ridho Harahap dari Polsek Batang Angkola luka akibat lemparan batu saat memadamkan api di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sidimpuan-Panyabungan yang lumpuh total.

Kemudian satu sepeda motor dan satu rumah di dekat Monumen Perjuangan Benteng Huraba dikabarkan dibakar. Lokasi ini merupakan batas dua daerah yang bertikai tersebut. 4 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Informasi dihimpun, pertikaian ini berawal dari beberapa pemuda berkumpul dan menembaki pengguna jalan raya dengan senapan mainan. Kemudian seorang pemuda bermarga Sitorus Pane melerai, namun justru dia dipukuli.

Entah bagaimana, sekira pukul 18.00 Wib, warga Benteng Huraba bergerak beramai-ramai menuju Pintu Padang dengan membawa senjata masing-masing. Informasinya, gerakan ini diawali dari adanya komando dari pengeras suara di masjid yang diawali sirine.

Warga Pintu Padang yang mengetahui gerakan tersebut berupaya menghalau. Namun tidak seberapa yang bawa senjata. Saat berhadap-hadapan, terdengar suara letusan senapan angin dan 3 orang mengalami luka tembak.

Warga Pintu Padang mundur, namun tiba-tiba terdengar ledakan dari depan rumah di batas Desa Benteng Huraba dengan Pintu Padang. Ternyata satu sepeda motor dibakar dan api menyambar rumah di dekatnya yang tercatat sebagai warga Kelurahan Pintu Padang.

4 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Sekira pukul 19.00 Wib, ratusan polisi dan TNI sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi. Hingga pukul 21.30 Wib, situasi masih mencekam dan Jalinsum belum normal. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda