PALEMBANG, BERITAANDA – Bank Mandiri menargetkan menjadi pemain utama di industri keuangan di tanah air, sehingga terus bertransformasi menjadi bank digital dan kekinian agar relevan dengan perkembangan dan tren serta kebutuhan masyarakat saat ini.
Regional CEO Bank Mandiri Region II/Sumatera 2, Ade Hasballah Abdullah mengatakan, akan melanjutkan transformasi bisnis untuk mewujudkannya, salah satunya adalah dengan terus mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi serta mampu mengedepankan peran teknologi dan inovasi sebagai pilar aktivitas bisnis.
Dikatakannya, UT Mandiri menjadi momentum bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan fokus utama yakni membangun dan berkontribusi bagi perekonomian tanah air.
“Tujuan utama transformasi bisnis ini adalah agar Bank Mandiri dapat terus memberikan nilai lebih bagi nasabah di seluruh segmen, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya, Senin (10/10/2022).
Ade mengatakan, sebagai bank dengan kekuatan inti pada bisnis wholesale, Bank Mandiri akan fokus mengintensifkan pertumbuhan bisnis value chain berbasis ekosistem nasabah.
“Tak lupa, potensi kewilayahan dan sinergi perusahaan anak menjadi competitive advantage untuk menghadirkan layanan yang terbaik dan termodern, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang konsisten dan berkelanjutan,” jelas dia.
Konsistensi tersebut diwujudkan lewat torehan kinerja yang solid. Tercatat, hingga akhir Agustus 2022 Bank Mandiri secara bank only telah berhasil membukukan kredit sebesar Rp 887,33 triliun atau tumbuh 9,89% secara year on year (YoY), selaras dengan iklim ekonomi yang positif.
Sebagai salah satu bank yang fokus pada pengembangan bisnis ke segmen wholesale, laju kredit Bank Mandiri juga diikuti oleh perbaikan kinerja dari sisi wholesale banking. Tercermin dari kredit wholesale banking Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 8,36% YoY.
Pencapaian ini juga menjadi pemantik Bank Mandiri untuk konsisten mendorong ekspansi bisnis wholesale banking yang menjadi karakteristik bisnis perseroan.
“Di ulang tahun yang ke-24, Bank Mandiri telah menginjak usia yang matang. Sebagai perbankan dengan pangsa pasar wholesale banking terbesar, kami optimis Bank Mandiri dapat menjadi wholesale bank with unique all arounder ecosystem potential,” tegas Ade Hasballah.
Pertumbuhan kredit tersebut juga selaras dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 11,10% YoY menjadi Rp 1.036,65 triliun secara bank only, didorong oleh peningkatan dana murah secara bank only yang mencapai Rp 780,5 triliun atau tumbuh sebesar 14,81% YoY dengan komposisi dana murah mencapai 75,29%.
Pertumbuhan dana murah Bank Mandiri juga tak lepas dari hadirnya dua layanan digital, yaitu super app Livin’ by Mandiri yang menghadirkan solusi berbagai transaksi dan gaya hidup nasabah serta super platform Kopra by Mandiri yang menyediakan solusi bisnis dari hulu ke hilir.
“Sebagai perusahaan publik yang mengedepankan kebutuhan nasabah, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang terdepan, menghadirkan kinerja yang terbaik, dan memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat,” pungkasnya.
Selama 24 tahun, Bank Mandiri secara konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Komitmen Bank Mandiri untuk tetap memberikan layanan dan kinerja yang terbaik mendapat apresiasi dari berbagai pihak, antara lain penghargaan Best Bank Award 2022 sebagai Best Bank for Digital Solutions, Best Domestic Bank, Best Investment Research in Indonesia 2022 dari AsiaMoney.
Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 yang jatuh pada tanggal 2 Oktober lalu, Bank Mandiri Region II/Sumatera 2 mengadakan acara jalan sehat, sepeda santai, konvoi sepeda motor dan lomba mewarnai untuk anak-anak yang diikuti oleh seluruh pegawai dan keluarga serta mengundang anak perusahaan dan beberapa pensiunan pegawai yang ada di Kota Palembang dan sekitarnya. (Febri)





























