Bank Mandiri Gandeng 43 Sekolah Kembangkan Solusi Finansial Digital

135

PALEMBANG, BERITAANDA – Menyongsong era revolusi industri 4.0, Bank Mandiri terus menularkan virus digitalisasi ke masyarakat. Kali ini, Bank Mandiri merambah ke dunia pendidikan melalui inisiatif program ‘Smart Digital Journey By Mandiri’ guna membantu sekolah menyiapkan generasi emas Indonesia.

Sebagai implementasi program itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk memperkuat pemanfaatan transformasi teknologi digital pada pengelolaan lembaga pendidikan di sekolah dasar dan menengah. Untuk itu, digelar kegiatan gathering bertajuk mandiri digital education solutions yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Reza Fahlevi dan Regional CEO Bank Mandiri Region 2 Sumatera 2 Ade Hasballah Abdullah, serta perwakilan sekolah dasar dan menengah di Palembang, Kamis (11/8) kemarin.

Regional CEO Bank Mandiri Region 2 Sumatera 2, Ade Hasballah Abdullah mengatakan, kolaborasi dan adaptasi merupakan kunci utama bagi organisasi, termasuk sekolah, untuk dapat berkembang cepat di era revolusi industri 4.0.

“Dalam menghadapi tantangan era digital saat ini, jika tidak ada realisasi untuk inovasi baru dan tidak mengikuti perkembangan zaman, maka akan hilang dan tidak bisa bertahan. Begitu juga di dunia pendidikan. Untuk bergerak maju kita harus saling bersinergi, berkolaborasi, melakukan inovasi dan beradaptasi,” ujarnya saat ditemui, Jumat (12/8).

Dilanjutkan Ade, Bank Mandiri juga telah mengembangkan platform digital Kopra by Mandiri yang akan dapat meningkatkan efisiensi sekolah melalui berbagai solusi, antara lain solusi collection (penerimaan), solusi likuiditas dan solusi payment (pembayaran).

“Berbagai solusi ini telah didesain untuk dapat menjawab aneka kebutuhan mitra dalam memperkuat pengelolaan sekolah atau pelaku usaha sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas anggaran. Platform ini juga akan saling mendukung dengan aplikasi Livin’ by Mandiri sebagai solusi nasabah retail,” ungkapnya.

Ade juga mengatakan, ada 43 sekolah hadir dalam event gathering yang diselenggarakan secara online tersebut.

“Ke depan, kami akan terus menularkan virus digitalisasi ke para pemangku kepentingan di Sumatera Selatan, mengingat hal ini sejalan dengan kampanye pemerintah dan regulator terkait penguatan literasi keuangan dan akses pada keuangan yang inklusif,” terang Ade. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda