Banjir Bandang dan Longsor Terjang Manduriang OKU Selatan, Tujuh Rumah Rusak Berat

17

OKU SELATAN, BERITAANDA – Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor menerjang Dusun 6 dan Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan pada Sabtu (28/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga mengalami luka ringan, tujuh unit rumah rusak berat, serta sedikitnya 32 kepala keluarga terdampak.

Bencana dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, terjadi tanah longsor yang disertai suara gemuruh dari arah belakang permukiman warga. Material berupa tanah dan pepohonan menimpa sejumlah rumah, menyebabkan kerusakan berat serta menimbun sebagian bangunan dan kendaraan milik warga.

Korban luka ringan telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, beberapa rumah mengalami kerusakan parah, termasuk satu unit rumah yang tertimbun longsor serta bangunan lain yang terdampak banjir bandang.

Sekitar pukul 20.00 WIB, banjir bandang menyusul menerjang kawasan tersebut dan memperparah kondisi permukiman. Arus air yang cukup deras menyebabkan sebagian bangunan terseret serta meningkatkan kerugian material warga.

Mendapatkan laporan kejadian, jajaran Polres OKU Selatan melalui Polsek Banding Agung langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta pendataan dampak bencana. Personel juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, BPBD, dan instansi terkait dalam penanganan darurat.

Kapolres OKU Selatan bersama unsur pemerintah kabupaten turut meninjau langsung lokasi kejadian guna memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Aparat bersama masyarakat juga melakukan gotong royong dalam proses evakuasi dan pembersihan material longsor.

Sebagai langkah lanjutan, Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan unsur TNI menyiapkan posko terpadu serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Pembersihan area terdampak dilakukan secara bertahap guna mempercepat normalisasi lingkungan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa penanganan bencana ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat.

“Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait telah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana ini. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih,” ujarnya, Ahad (29/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda potensi bencana. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda