Atasi Kelangkaan Masker, PKK Tapsel Manfaatkan Kain Perca

262

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Ketua TP. PKK Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Syaufia Lina Syahrul M. Pasaribu prakarsai gerakan menjahit masker secara mandiri, dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan kecamatan, kelurahan dan desa.

“Aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian PKK ke masyarakat, karena kita tidak mau hanya melihat dan menunggu,” ujar Syaufia, Ahad (12/4/202), menyikapi kelangkaan masker di tengah merebaknya pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) saat ini.

Berangkat dari kondisi itu, menurut Syaufia, pihaknya berinisiatif membuat masker dengan memanfaatkan kain perca ataupun sisa guntingan yang berasal dari pembuatan pakaian. Disamping praktis, kain perca ini relatif mudah didapatkan dari para penjahit.

“Masker tersebut nantinya akan kami bagikan kepada masyarakat secara graris. Bahkan, kami ada rencana akan menerima orderan berjumlah banyak bilamana ada pihak yang membutuhkan,” ungkap istri tercinta dari Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu ini.

Lebih jauh Syaufia menilai, perlu penyamaan persepsi dari semua elemen dalam hal upaya memutus mata rantai Covid-19 agar supaya tidak semakin menyebar di Indobesia, khususnya di Tapanuli Selatan.

“Pemakaian masker ketika keluar rumah merupakan salah satu upaya memutus mata rantai virus corona. Upaya lainnya seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sering-sering cuci tangan, dan upaya pencegahan lainnya,” singgungnya.

Sejauh ini, menurut Syaufia, masyarakat sudah mulai menyadari bahwa penting sekali upaya pencegahan itu dilakukan. Hal ini terlihat dari banyaknya gerakan aksi tanggap Covid-19 kelompok masyarakat di desa, yang itu mereka lakukan secara mandiri.

“Secara mandiri, mereka membuat perlengkapan cuci tangan lalu dibagikan ke warung-warung yang ada di desa, juga menempatkannya di lokasi strategis atau mudah dijangkau masyarakat. Sehingga keberadaan hand soap itu mengedukasi warga,” tandas Syaufia. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda