AS Serang Venezuela, Trump Klaim Tangkap Presiden Nicolas Maduro dan Istrinya

10

VENEZUELA, BERITAANDA – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya berhasil ditangkap.

Trump menyatakan operasi militer berskala besar itu dilakukan pada malam hari. Pesawat-pesawat militer AS dilaporkan terbang rendah di atas Caracas, ibu kota Venezuela, dan menggempur sejumlah lokasi strategis.

Menurut Trump, Maduro dan istrinya kemudian diterbangkan ke luar wilayah Venezuela. Ia juga menyebut akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan penjelasan lebih lanjut terkait agresi militer tersebut.

“(Maduro) bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negara. Operasi ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan Departemen Kehakiman AS,” ujar Trump seperti dikutip Associated Press, Sabtu (3/1/2025).

Associated Press melaporkan, serangan udara AS ke Caracas berlangsung setidaknya selama 30 menit. Sedikitnya tujuh ledakan terdengar di berbagai titik kota, namun hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.

Pemerintah Venezuela mengecam keras operasi militer tersebut dan menyebutnya sebagai “serangan imperialis.” Caracas menuduh militer AS tidak hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga fasilitas publik.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mendesak pemerintah AS untuk memberikan bukti atas klaim penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

“Kami tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolas Maduro maupun Ibu Negara Cilia Flores. Kami menuntut bukti bahwa Presiden masih hidup,” ujar Delcy Rodriguez. (*)

Bagaimana Menurut Anda