Arus Mudik 2026, Polda Lampung dan Banten Sinkronkan Data Merak–Bakauheni

10

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Arus mudik lebaran 2026 diprediksi kembali menekan jalur penyeberangan Merak–Bakauheni. Untuk mengantisipasi lonjakan itu, Polda Lampung dan Polda Banten menyatukan skema pengamanan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Aula Gawe Kuta Baluwarti, Rabu (25/2/2026).

Rakor ini tidak sekadar seremonial. Fokus utamanya memetakan potensi kemacetan, menyamakan data pergerakan kapal dan kendaraan, serta memastikan tidak ada lagi penumpukan ekstrem seperti tahun-tahun sebelumnya di kawasan Pelabuhan Merak maupun Pelabuhan Bakauheni.

Kapolda Lampung Helfi Assegaf menegaskan kunci pengendalian arus mudik tahun ini terletak pada akurasi dan kecepatan pertukaran data antarposko.

“Kita harus terus memperbarui data setiap kejadian menonjol di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu. Semua harus tercatat rapi dan dapat diakses untuk pengambilan keputusan cepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan komunikasi lintas provinsi tidak boleh terputus, terutama antara petugas di Merak dan Bakauheni.

“Koordinasi antara Lampung dan Banten harus real time. Data kapal keluar-masuk harus sinkron agar tidak terjadi penumpukan akibat miskomunikasi,” tambahnya.

Menurut Helfi, pengawasan berbasis teknologi menjadi prioritas. Pemanfaatan CCTV di kawasan Bakauheni akan diintegrasikan dengan command center.

“Pengendalian tidak bisa lagi manual,” tegasnya.

Antrean dan Cuaca Jadi Variabel Kritis

Dalam paparan teknis, jalur penyeberangan tetap menjadi titik krusial. Pemerintah bersama operator pelabuhan menyiapkan 76 kapal di lintasan Jawa–Sumatera, buffer zone tambahan, serta rekayasa lalu lintas berlapis dari situasi hijau hingga merah.

Karo Ops Polda Lampung, Fadly Munzir Ismail, mengakui evaluasi mudik 2025 menjadi catatan penting. Tahun lalu, persoalan rest area yang dipenuhi truk, lonjakan pejalan kaki di pelabuhan, hingga penyerobotan antrean sempat memicu kepadatan.

“Permasalahan tahun lalu menjadi bahan koreksi. Tahun ini kita siapkan pola pengamanan lebih ketat, termasuk patroli intensif dan pengamanan rumah kosong,” ujarnya.

Ia menambahkan, faktor kelelahan pemudik juga menjadi perhatian. Pos kesehatan dan layanan cepat disiapkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat perjalanan panjang.

Fadly memastikan fokus pengamanan tertuju pada Bakauheni. Buffer zone dan rekayasa lalu lintas berlapis akan diterapkan.

“Jika terjadi lonjakan, delay system langsung dijalankan untuk mencegah kepadatan masuk pelabuhan,” tegasnya.

Selain faktor teknis, cuaca juga masuk radar pengawasan. Berdasarkan prakiraan BMKG Wilayah II Banten, gelombang di lintasan Merak–Bakauheni relatif rendah, namun potensi hujan sedang hingga lebat tetap perlu diantisipasi secara dinamis.

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari pada pertengahan Maret, melibatkan ribuan personel gabungan TNI, Polri, serta instansi terkait. Titik pengamanan tersebar di pelabuhan, jalur tol dan arteri, rest area, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata.

Bagi Polda Lampung, targetnya bukan sekadar arus lalu lintas yang lancar. Helfi menekankan pelayanan humanis tetap menjadi wajah utama operasi.

“Utamakan keselamatan personel dan layani masyarakat dengan pendekatan humanis. Mudik adalah momen sakral, negara harus hadir memberi rasa aman,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda