Apel Siaga Kamtibmas, Polda Lampung Jamin Keamanan Bulan Suci Ramadan

1

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah Lampung menggelar apel siaga kamtibmas guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di Lapangan Mapolda Lampung, Senin (23/2/2026).

Apel siaga dipimpin langsung Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Helfi Assegaf, serta diikuti pejabat utama Polda Lampung, personel gabungan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sekitar 500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, tokoh agama, hingga komunitas ojek online di wilayah Lampung.

Kapolda Helfi menegaskan bahwa apel siaga ini menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sepanjang Ramadan hingga Idulfitri di Provinsi Lampung.

“Ini adalah upaya kita mengumpulkan seluruh elemen masyarakat, ormas, dan kelompok masyarakat di Lampung untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan sampai nanti Idul Fitri,” ujarnya.

Ia berharap melalui kesiapsiagaan di wilayah masing-masing, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Kapolda juga menekankan bahwa seluruh organisasi kemasyarakatan dilibatkan sebagai mitra binaan, bersinergi dengan TNI, unsur Forkopimda, serta stakeholder lainnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polda Lampung turut membagikan 300 paket sembako kepada peserta apel guna membantu kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. Selain itu, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Lampung juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi peserta upacara untuk memastikan kondisi fisik tetap prima.

Terkait potensi gangguan kamtibmas, Kapolda menyoroti meningkatnya mobilitas masyarakat serta distribusi logistik menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kenaikan kebutuhan bahan pokok dan memengaruhi stabilitas harga.

“Kita harus memastikan suplai bahan pokok cukup dan mengawasi agar tidak terjadi penimbunan. Jangan sampai ada kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga pangan,” tegasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda