Abdiyanto Mundur, Febriansyah Pastikan Soliditas PDI Perjuangan OKI Tetap Terjaga

36
Ketua DPC PDI Perjuangan OKI Febriansyah Wardana ST

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Abdiyanto Fikri secara resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Senin (26/1/2026). Meski demikian, keputusan tersebut dipastikan tidak memengaruhi stabilitas maupun kinerja organisasi partai di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

PDI Perjuangan menegaskan bahwa partai tetap solid dan berjalan sebagaimana mestinya tanpa bergantung pada figur perorangan. Saat ini, tongkat kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan OKI telah berada di bawah kendali Febriansyah Wardana. Di bawah kepemimpinannya, seluruh jajaran pengurus dan kader disebut tetap aktif menjalankan roda organisasi serta agenda politik partai.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan OKI Febriansyah Wardana ST menegaskan, bahwa langkah Abdiyanto Fikri merupakan keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan dinamika internal partai.

“Pengunduran diri Saudara Abdiyanto Fikri adalah pilihan pribadinya. Itu merupakan hak politik setiap individu dan tidak berdampak pada organisasi,” ujar Febriansyah Wardana, Selasa (27/1/2026).

Atas nama DPC PDI Perjuangan OKI, pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Abdiyanto selama berkiprah di partai, mengingat yang bersangkutan merupakan salah satu tokoh senior dan pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) terlama di DPC OKI.

“Pengunduran diri Saudara Abdiyanto Fikri adalah pilihan pribadinya. Itu merupakan hak politik setiap individu dan tidak berdampak pada organisasi. Kami di PDI Perjuangan sebagai kader harus siap ditugaskan kapan pun dan dimana pun, serta harus siap pula apabila tidak ditugaskan. Jadi, silakan saja masyarakat yang menilai,” ujar Febriansyah Wardana.

Lebih lanjut, Febriansyah menekankan bahwa seluruh kader tetap berpegang teguh pada arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menitikberatkan pada disiplin organisasi, soliditas partai, serta penguatan kerja-kerja kerakyatan.

Ia juga memastikan seluruh program dan agenda partai tetap berjalan normal. Bahkan, konsolidasi internal terus diperkuat hingga ke tingkat akar rumput guna menjaga kekuatan dan soliditas struktur partai.

“PDI Perjuangan tetap fokus pada kerja politik untuk rakyat. Struktur solid, agenda berjalan, dan partai tidak terpengaruh oleh keputusan personal siapa pun,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu kader PDI Perjuangan OKI, Irwan, mengaku menyayangkan keputusan Abdiyanto Fikri yang memilih mundur dari partai. Menurutnya, langkah tersebut dinilai kurang etis mengingat PDI Perjuangan telah menjadi rumah politik yang membesarkan nama Abdiyanto hingga terpilih sebagai anggota DPRD selama empat periode.

“Secara pribadi itu adalah hak beliau. Namun secara moral dan etika politik, tentu patut disayangkan. PDI Perjuangan telah memberi ruang, kepercayaan, dan mengantarkan Saudara Abdiyanto menjadi anggota DPRD selama empat periode. Seharusnya ada sikap menghargai proses dan sejarah perjuangan bersama partai,” ujarnya.

Irwan menambahkan, meskipun partai tidak pernah bergantung pada satu figur, kader yang telah menikmati kepercayaan publik melalui partai semestinya menunjukkan sikap politik yang dewasa dan bertanggung jawab. Loyalitas serta komitmen terhadap partai, menurutnya, merupakan bagian penting dari etika berpolitik yang tidak boleh diabaikan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda