Usai Seorang Warga Meninggal Dunia Saat Lakukan Pemadaman, Kabut Asap Karhutla Masih Kepung Pulau Beruang

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Pulau Beruang merupakan salah satu desa yang berada di daerah rawa gambut, wilayah Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi dan kian parah.

“Akibat terjadi karhutla sekira pukul 14.00 WIB tadi saja, kabut asap pekat menyelimuti wilayah Desa Pulau Beruang. Tidak hanya hutan rawa gambut yang terbakar, bahkan sejumlah bangunan milik warga juga terbakar,” ujar Geni (30), warga setempat, Senin (5/10/2026).

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh Tim Satgas Karhutla. Namun karena banyaknya titik api, mereka juga kewalahan. Menurut dia, warga turut berinisiatif melakukan pemadaman sendiri. Bahkan pada Sabtu (3/10/2026) lalu sekira pukul 14.30 WIB, seorang warga meninggal dunia.

Camat Tulung Selapan Ricat S.Sos didampingi Plt Sekcam Efran Yosef SKM MAP, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa seorang warga bernama Fikri alias Kelik, warga Desa Tulung Selapan Ulu, meninggal dunia diduga akibat terpapar asap karhutla.

“Korban Kelik ini meninggal dunia diduga setelah terhirup asap karhutla saat memadamkan api di kebun karet miliknya sendiri. Korban pingsan di lokasi dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Efran.

Peristiwa yang menimpa korban ini, jelas dia, bermula saat yang bersangkutan mendapatkan informasi bahwa kebun karet miliknya di areal Kebun Bunca/Benca, Desa Pulau Beruang, terbakar. Sehingga, korban kemudian pergi ke lokasi dan ternyata memang benar terjadi kebakaran lahan.

“Lalu korban bersama temannya melakukan pemadaman di lokasi. Kebakaran telah besar dan banyak asap mengepul. Korban terus melakukan pemadaman. Di lokasi itu diduga korban terhirup asap pekat dan tebal, ditambah kelelahan sehingga membuat korban pingsan,” tandas dia.

“Saat korban pingsan, dia terjatuh dan teman lainnya tidak begitu mengetahui. Sehingga ada bagian tubuh korban yang terbakar dan diketahui rupanya korban telah meninggal dunia,” bebernya.

Setelah korban diketahui terjatuh dan pingsan, langsung dibawa oleh temannya menjauh dari kebun. Kata dia lagi, pihak keluarga mengaku bahwa korban Kelik memiliki riwayat penyakit jantung dan asma. Ditambah karena terhirup asap dan kelelahan, korban pingsan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Keseharian korban ini bekerja sebagai mandor alat berat di perusahaan. Namun karena cuti, hingga berada di rumah dan mendapatkan informasi kebunnya terbakar lalu ke lokasi melakukan pemadaman. Kemarin korban telah dimakamkan di Desa Tulung Selapan Ulu,” tukasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda