Peternak Ayam Petelur di Sumsel Terancam Gulung Tikar

8

PALEMBANG, BERITAANDA – Peternak ayam petelur di Sumatera Selatan (Sumsel) terancam gulung tikar akibat kesulitan arus kas (cash flow). Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, sementara harga jual telur ayam justru berada jauh di bawah biaya produksi.

Ketua Asosiasi Perunggasan Sumatera Selatan, Ismaidi mengatakan, biaya produksi telur ayam saat ini mencapai Rp25.600 per kilogram. Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp21.700 per kilogram.

Dengan selisih tersebut, peternak mengalami kerugian sekitar Rp3.900 untuk setiap kilogram telur yang dijual.

Jika kondisi ini terus berlangsung, keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur dikhawatirkan semakin terancam.

“Peternak rugi Rp2 miliar per hari saat ini sehingga sudah banyak yang lempar handuk,” kata Ismaidi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Ismaidi mengungkapkan, sejumlah peternak di Sumsel yang memiliki populasi ayam antara 10 ribu hingga 25 ribu ekor mulai mengalami kesulitan arus kas. Kondisi tersebut membuat peternak kesulitan memenuhi kebutuhan operasional karena biaya yang harus dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh.

Salah satu faktor yang membebani peternak adalah kenaikan harga jagung sebagai bahan baku pakan. Selain itu, kemarau panjang turut meningkatkan biaya operasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan air minum ayam.

Cadangan air bersih yang biasanya berasal dari kolam atau sumur bor kini mengering. Akibatnya, peternak terpaksa membeli air bersih menggunakan mobil tangki.

“Biayanya Rp600 ribu per tangki berkapasitas 5.000 liter dan hanya cukup untuk dua hari. Jadi, setiap dua hari sekali harus membeli air bersih, sehingga biaya produksi semakin membengkak,” jelasnya.

Saat ini, produksi telur ayam di Sumsel mencapai sekitar 500 ton per hari yang dihasilkan oleh 200 peternak.

Ismaidi berharap kondisi perekonomian segera membaik agar biaya produksi dapat lebih terkendali dan harga jual telur kembali memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.

Sementara itu, harga telur ayam di pasar bervariasi, mulai dari Rp23 ribu per kilogram, tergantung jenisnya. Telur bercangkang putih dijual dengan harga sekitar Rp23 ribu per kilogram, sedangkan telur bercangkang cokelat dibanderol mulai Rp24 ribu per kilogram. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda