DPRD Lampung Geram, Perhelatan PRL Tak Ada Musisi Lokal

10

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Tidak adanya musisi lokal dalam perhelatan Pekan Raya Lampung (PRL) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2024 mendatang di PKOR Way halim, membuat anggota DPRD Lampung Muhammad Djunaidi geram.

Bung Adi sapaannya, meminta Pemerintah Provinsi Lampung (Pemprov) Lampung harus bergerak cepat, khususnya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar perhelatan PRL 2024 segera dievaluasi. Hal ini dikarenakan panitia hadirkan sejumlah musisi luar daerah untuk menghibur masyarakat Lampung dalam acara Pekan Raya Lampung (PRL) nantinya.

Berdasarkan postingan di Instagram @pekanrayalpg, terdapat 11 musisi yang akan mengisi acara PRL. Dari 11 musisi hanya satu musisi daerah, Andika Mahesa yang masuk dalam daftar.

Sementara sepuluh diantaranya musisi dari luar daerah Lampung seperti, Guyon Waton, J-Rock, Feel Koplo, Momo X Geisha, Denny Caknan, Wali Band, Ghea Yhobi, Jono-Joni Nadine Amizah, Endank Soekamti.

Melihat itu, Bung Adi marah lantaran banyak musisi Lampung yang tidak dilibatkan.

“Saya dikirim flyer pengisi acara PRL, melihat itu saya sangat kecewa, kenapa penyelenggara tidak memberdayakan musisi Lampung. Lampung juga banyak musisi hebat yang bisa memotivasi generasi muda di Lampung ini untuk menyalurkan bakatnya,” kata dia, Kamis (18/4/2024).

“Ini kan hajatnya orang Lampung, orang Lampung datang ke PRL itu kan mau lihat hasil pembangunan Lampung yang dipamerkan, mestinya jadi ajang unjuk prestasi bagi musisi dan seniman asal Lampung atau yang seniman yang mencintai Lampung. Ini menunjukkan bahwa penyelenggara PRL yang sekarang ini tidak mencintai seniman dan musisi Lampung. Bahkan boleh jadi mengecilkan keberadaan musisi Lampung, kalo orientasinya cuma bisnis, ya jadi EO independent aja kayak si Ucup Pop Pesta Pora itu,” kesal dia.

Dikatakannya, grup band asal Lampung yang terkenal sudah terbilang banyak selain Andika Mahesa.

“Perlu kita tahu di Lampung ini ada The Potters, ada Hijau Daun, ada Batas Senja, ada Shilla Musik, ada juga yang kalo ngobrol sama saya pake bahasa Lampung itu si Tri Suaka. Selain itu, untuk koplo dangdut di Lampung juga ada Kipas Tua, Mualana Ardiyansyah, penyanyi dangdut primadona Pantura asal Ambarawa juga ada si Nathalia. Kemudian juara bintang Pantura Indosiar ada yang asal Lampung, Vindi Artika asal Metro. Ada juga DJ Abdi, ada penyanyi kesukaan saya Tam Sanjaya Kipas Pulas, ada juga si Putra Penyampai Khasa, ada Khairudin Cikdin dan banyak sekali penyanyi di Lampung ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia lagi, harusnya penyelenggara membuat kombinasi untuk mengenalkan penyanyi asal Lampung.

“Misalnya Deni Caknan itu kan nyanyi lagu Jawa. Sebelum dia tampil kan bisa itu Tam Sanjaya atau Khairudin Cik Din muncul. Lalu sebelum Guyon Waton muncul bisa si Putra nyanyiin penyampai khasa. Kemudian sebelum si Jono Joni kan bisa Dije Remik Dinda Acil orang Lampung muncul. Jadi PRL ini juga bisa menjadi ajang mengenalkan bahasa dan musik Lampung ke pengunjung,” ucapnya.

Anggota Fraksi Demokrat itu menilai, dengan banyaknya musisi luar mengisi acara PRL mencerminkan Pemprov Lampung dan penyelenggara tidak peduli terhadap seni dan bakat putra-putri daerah Lampung.

“Gak bener ini, harusnya putra-putri daerah Lampung yang sudah sukses di dunia musik kasih panggung, ini justru tidak dilibatkan. Saya selaku pencinta seni budaya Lampung sangat kecewa dengan pemprov dan penyelenggara PRL ini,” tegasnya.

“Bagaimana penyanyi Lampung mau maju kalau tidak didukung dan dilibatkan pemprov dalam acara-acara besar begini,” sambung dia.

Sebagai anggota DPRD Lampung, Bung Adi minta PRL mengevaluasi penyanyi yang mengisi acara nantinya.

“Saya harap dievaluasi kalau tidak bahaya ini,” pungkas pendiri Laskar Lampung ini. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda