Sikapi Kabut Asap, Pemkot Sidimpuan Pertimbangkan Liburkan Sekolah

1365

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Padangsidimpuan melakukan pengujian terhadap kualitas udara di daerah setempat, yang beberapa hari ini diterpa kabut asap kiriman dari Provinsi Riau.

Hasil uji laboratorium ini nantinya akan menjadi referensi, bahan pertimbangan meliburkan anak sekolah. Dan, pemkot pagi ini telah mengambil sampling udara, untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium terdekat, di Rantauprapat Labuhanbatu.

“Insya Allah, 6 sampai 7 jam kedepan, atau sebelum jam kerja kantor berakhir, hasilnya sudah bisa kita dapatkan,” kata Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution melalui pesan tertulis diterima BERITAANDA, Senin (23/9/2019) pagi.

Dijelaskan walikota, saat ini tim dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syahraini Lubis, sedang dalam perjalanan membawa contoh udara Kota Padangsidimpuan menuju laboratorium di Rantauprapat.

Secara kasat mata kondisi udara sudah sangat mencemaskan. Berkabut asap tebal dan mengganggu jarak pandang mata. Namun, kata Irsan, sebelum ada uji laboratorium, pihaknya belum bisa memutuskan apakah Indeks Kualitas Udara (IKU) sudah membahayakan atau tidak.

“Saya sangat memahami keresahan masyarakat terkait kabut asap yang menyelimuti udara saat ini. Tetapi untuk mengambil kebijakan meliburkan anak sekolah, kita harus memiliki dasar ilmiah, sehingga tidak salah mengambil keputusan,” jelas Irsan.

Sebagai langkah awal, Walikota Irsan Efendi Nasution sudah memerintahkan jajarannya membagikan masker dan imbauan tentang tata cara menjaga kesehatan pada saat bencana kabut asap kepada masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan beserta seluruh Puskesmas diwajibkan membagikan masker gratis dan memberikan imbauan tentang tindakan antisipasi mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Imbauan yang disampikan berupa tata cara menjaga kesehatan pada saat bencana kabut asap. Antara lain, kurangi aktifitas di luar ruangan dan menutup pintu dan jendela ruangan atau rumah agar partikel asap tidak masuk.

Perbanyak minum air putih, cuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan aktifitas di luar rumah. Memakai masker jika hendak bepergian atau berada di luar rumah. Jika ada keluarga yang terserang ISPA, sesak nafas ataupun asma, segera bawa berobat.

Kepada seluruh masyarakat, walikota mengajak untuk tidak melakukan pembakaran lahan di kebun maupun hutan. Sebab, bencana asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

“Bencana ini sangat menyiksa, tolong jangan tambah lagi,” pesan walikota sembari menekankan camat, lurah dan kepala desa se-Kota Padangsidimpuan agar memantau wilayah masing-masing dari pembakaran hutan dan lahan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda