Sempat Dirawat di RS Bhayangkara, Bandar Narkoba Ini Akhirnya Meninggal Dunia

399

MUARA ENIM BERITAANDA – Bandar narkoba bernama Rusman (34) asal Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Sumsel yang merupakan pemilik barang haram jenis sabu-sabu berat bruto 25,68 gram dan 61 butir ekstasi, akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara Palembang selama dua hari.

Sebelumnya, tersangka harus ditembak karena melawan petugas hingga mengakibatkan lengan anggota polisi patah.

Tersangka dilumpuhkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim, Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak, karena diduga sering melakukan transaksi narkoba.

“Anggota kita sempat membuntuti pelaku. Saat itu dia ingin bertransaksi narkoba di Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, namun transaksi dibatalkan dan berubah ke arah perbatasan Desa Alay, Kecamatan Lembak dan Desa Modong, Kecamatan Sungai Rotan pada 27 Agustus 2019,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Kasubag Humas IPDA Muhammad Yarmi, Jumat (30/8/2019).

Pelaku sendiri, menurut Yarmi, saat hendak diamankan melakukan perlawanan dan melarikan diri. Kemudian dilakukan pengejaran oleh petugas seraya memberikan tembakan peringatan ke atas.

“Pada saat pengejaran, salah satu anggota sempat memegang pelaku, namun pelaku mendorong dengan keras anggota, sehingga anggota terjatuh yang berakibat anggota mengalami patah tangan sebelah kanan,” kata Yarmi.

Kemudian, tim yang lain melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dan sempat terjadi perkelahian serta perlawanan antar pelaku dan anggota. Lalu, pelaku mengeluarkan senjata tajam yang diayunkan dan diarahkan kepada anggota.

“Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan ke arah pelaku untuk menghentikan dan melumpuhkan pelaku. Kemudian pelaku dibawa ke Puskesmas Lembak, dan dirujuk ke RS Bhayangkara beserta dua anggota yang mengalami luka akibat perlawanan tersangka,” pungkasnya. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda