Pria 68 Tahun di Sintang Sembuh dari Corona

94

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang melalui Kepala Dinas Kesehatan Harysinto Linoh kembali mengumumkan kabar gembira, yakni satu pasien positif Covid-19 berdasarkan hasil swab polymerase chain reaction (PCR) laboratorium Rumah Sakit Untan Pontianak yang keluar pada 25 Juni 2020 hasilnya negatif atau dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pengumuman penambahan satu pasien Covid-19 yang sembuh ini disampaikan melalui press release di aula Dinas Kesehatan, Posko Covid-19 Sintang, Kamis (25/6/2020) malam, yang dihadiri Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan (BPKP) Sintang, Andon.

Dalam keterangan persnya, Harysinto Linoh menjelaskan, pasien yang sembuh tersebut merupakan konfirmasi 13 atas nama Helmanus, pria 68 tahun yang menjalani isolasi mandiri di RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang, berasal dari Kecamatan Ketungau Hulu dari cluster Kuala Lumpur Malaysia atau cluster tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja disana.

“Hari ini ada kabar gembira lagi, satu pasien positif Covid-19, pria 68 tahun dinyatakan sembuh. Ini merupakan salah satu bukti bahwa Covid-19 bisa sembuh. Ini buktinya Pak Helmanus sudah cukup berumur bisa sembuh. Ini adalah kasus sembuh keenam dari 28 kasus konfirmasi positif,” jelas Sinto.

Sinto menjelaskan riwayat yang bersangkutan merupakan TKI yang bekerja di Malayasia sebagai tukang tebas di perkebunan karet. Selama bekerja disana, lanjut Sinto, yang bersangkutan dan dua rekannya hanya kontak dengan majikannya saja dan tidak pernah keluar dari perkebunan.

Dikarenakan di Malaysia sedang gencarnya pemulangan TKI, yang bersangkutan pulang ke Indonesia diantar majikannya sampai di perbatasan Malaysia-Indonesia di wilayah Ketugau Hulu melalui jalur tikus di daerah Sungai Kelik pada 20 Mei 2020, dan langsung ditangani petugas pamtas dan Gugus Tugas Covid-18 setempat.

“Kemudian sebagai langkah deteksi dini Covid-19, yang bersangkutan pada 26 Mei 2020 dibawa ke Merakai, Ketungau Tengah oleh petugas Gugus Tugas untuk dilakukan rapid test di Puskesmas Merakai dengan hasil reaktif,” terang Sinto.

Selanjutnya, kata Sinto, yang bersangkutan langsung dibawa ke Sintang untuk ditangani sesuai protokol kesehatan dan langsung menjalani isolasi mandiri di mess diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang sejak tanggal 26 Mei tersebut.

Kemudian pada tanggal 28 dan 29 Mei dilakukan swab tenggorokan pertama dan kedua, dan sampel swab langsung dikirim ke laboratorium Rumah Sakit Untan Pontianak. Pada 12 Juni, hasil swab PCR keluar dengan hasil positif, yang bersangkutan pun saat itu langsung dipindahkan ke ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang untuk menjalani isolasi mandiri ketat dan mendapat perawatan medis lebih lanjut.

“Yang bersangkutan diambil swab ketiga dan keempat pada 16 dan 19 Juni 2020, kemudian 22 Juni sampel dikirim lagi ke Pontianak. Dan pada tanggal 25 Juni 2020, hasil swabnya keluar dengan hasil negatif, sehingga Pak Helmanus ini sudah dinyatakan sembuh,” ujar Sinto.

Sinto mengucapkan terimakasih kepada Helmanus dan keluarga yang selama ini patuh terhadap protokol kesehatan dan sudah bersabar menjalani isolasi mandiri, baik itu di mess diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang maupun di RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang, sehingga dinyatakan sembuh.

“Beliau ini isolasi mandiri di mess diklat BKPSDM komplek Gedung Serbaguna Sintang selama 18 hari, dan isolasi mandiri di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djoen Sintang selama 14 hari. Jadi total masa isolasi beliau ini 32 sampai dinyatakan sembuh,” tutup Sinto.

Sementara itu pasien positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, Helmanus, mengaku haru dan bahagia bahwa dirinya sudah sembuh dari corona dan bisa kembali berkumpul bersama keluarganya. Untuk itulah ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah merawatnya dan peduli terhadap ia dan bahkan keluarganya, sejak ia pulang dari Malaysia hingga hari ini sudah dinyatakan sembuh.

“Terimakasih buat semuanya yang sudah ngurus, merawat dan peduli dengan saya, keluarga saya. Saya tak bisa membalas. Biarkan Tuhan membalas semua kebaikan bapak/ibu terhadap kami,” ucap pria 68 tahun ini.

Helmanus mengatakan, ia memang bekerja di Malaysia sudah hampir 5 bulan di kebun karet milik majikan yang mempekerjakannya. Dikarena pemerintah Malaysia gencar memulangkan para TKI, ia pun pulang diantar oleh majikannya ke perbatasan Malaysia-Indonesia. Setelah itu, ia berjalan kaki sekitar satu jam ke Sungai Kelik. Sesampai disana, ia langsung ditangani petugas pamtas dan petugas Gugus Tugas Covid-19 setempat.

“Saya berkerja disana hampir 5 bulan, karena Covid-19 pemerintah Malaysia gencar memulangkan TKI disana. Kami pun harus pulang, diantar majikan kami ke perbatasan tu, jalan kaki hampir satu jam lah, lewat jalur tikus, hingga saya ditangani petugas kita disana saat itu,” cerita Helmanus. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda