Pengendara ‘Dilarang’ Masuk Jalur Jalintim OKI

878
Anggota Satlantas Polres OKI sedang arahkan kendaraan lalui Kota Kayuagung lalu putar balik ke arah Palembang di simpang Taman Segitiga Emas.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Amblasnya ruas jalan di jembatan Pematang Panggang yang berada di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Mesuji Lampung, bukan hanya akibatkan terputusnya akses transportasi, namun juga tak urung sebabkan kemacetan panjang, Ahad (16/6/2019).

Meski pihak kepolisian bersama dinas terkait terus berjibaku mengurai kemacetan, namun hingga kini permasalahan tak kunjung juga terselesaikan, akibat para pengendara yang masih saja nekat ingin melintasi Jalur Lintas Timur dengan harapan bisa masuk jalur tol PPKA, kendati telah dihimbau untuk lalui Jalur Lintas Tengah.

Seperti yang terjadi pada Selasa (18/6/2019), terpantau di dalam Kota Kayuagung Kabupaten OKI. Jika biasanya kendaraan besar jenis truk tak diperbolehkan melintas, terlebih lagi pada siang hari, namun karena kemacetan kini terpusat di simpang Celikah mengarah pintu masuk ruas jalan tol, terpaksa kebiasaan itu pun dilanggar.

Polisi terpaksa memperbolehkan kendaraan besar melintas di Kota Kayuagung, sebagai upaya mengurai kemacetan yang terjadi hingga puluhan kilometer, dari Kecamatan Tanjung Raja Ogan Ilir hingga simpang Celikah Kayuagung. Akibat para pengendara ingin nekat melalui jalan Tol PPKA. Padahal ruas jalan tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA) belum difungsionalkan.

Jikapun dipergunakan sementara, hanya untuk mengurai kendaraan yang sebelumnya terlanjur terjebak kemacetan di wilayah Mesuji Lampung ataupun sebaliknya, tak lama berselang amblasnya jembatan.

“Kita telah standby kan personel di titik – titik rawan kemacetan untuk menghimbau agar pengendara putar balik kanan lewat lintas tengah, khususnya kendaraan besar jenis truk maupun lainnya,” ungkap Kasat Lantas Polres OKI AKP Ricky Nugraha melalui Kanit Patwal IPDA Tri Sapto.

Kalau untuk hari ini, masih katanya, khusus bagi kendaraan pribadi (mobil) bisa lewat Martapura. Dan juga lagi kami usahakan bisa melalui ruas jalan tol PPKA.

“Ini kami lagi nego dengan pihak HK dan Waskita Karya, tetapi belum pasti, oleh karena itu tetap disarankan putar balik lewat lintas tengah,” kata dia.

Sementara itu, KBO Lantas Polres OKI IPTU Bambang Pancawala menjelaskan, kemarin kebijakannya untuk ruas jalan tol hanya diperbolehkan dilalui bagi yang terlanjur masuk di dalam. Mulai malam Senin kan ada yang sudah sampai, jadi kasihan bila putar balik, mengingat bahan bakar mereka.

“Dari tadi kami minta kebijakan pihak HK dan Waskita Karya agar dapat diurai ke jalur tol PPKA, kendati rencananya sore kemarin selesai dan ditutup. Sementara mobil yang belum masuk sudah dihimbau untuk tujuan Lampung agar lewat Prabumulih,” ujarnya.

Di simpang 32 Ogan Ilir sudah dikasih banner himbauan, katanya lagi, serta diarahkan oleh anggota disana agar putar balik, tetapi banyak saja alasan pengendara. Seperti mau istirahat, makan maupun alasan lainnya, akhirnya jebol masuk wilayah kita (Kabupaten OKI -red).

“Mungkin sekarang tinggal lagi kesadaran masing – masing pengendara, sebab dari tadi terus kami lakukan penguraian, namun tetap saja bertambah kendaraan yang datang. Bahkan ada kendaraan yang telah diurai putar balik lewat Prabumulih namun tetap bertahan di kantung-kantung parkir,” ungkapnya.

Dengan demikian, masih katanya, ada sebagian pengendara yang mau putar balik, tetapi ada juga yang tidak. Kesannya masih menunggu mau masuk tol.

“Padahal mereka tidak baca apa, bahwa jalan tol tidak bisa dilewati karena ada ruas jalan, tepatnya di underpass Sepucuk yang amblas,” kata dia.

Kemacetan yang terjadi dia ruas jalan tol PPKA Seksi 1 Suka Mukti Kecamatan Mesuji.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desy saat dikonfirmasi melalui seluler mengatakan, kita sudah memasang spanduk himbauan dan men-standby-kan anggota lantas Polres OI di titik-titik rawan kemacetan ,seperti di pintu tol dan Terminal Timbangan KM 32.

“Kalau masih bocor juga disitu, kita juga sudah standby-kan anggota di pos laka Tanjung Raja. Nah, jadi sudah maksimal, dalam artian menghimbau para pengendara, apalagi mobil – mobil besar untuk tidak lewat Jalintim. Namun kalau masih bocor, kadang memang dari pengendaranya,” ungkap dia.

Lanjut dia, adang – kadang disimpang Timbangan 32, kita sudah stop satu per satu kendaraan, tetapi mereka (pengendara -red) kemukakan berbagai alasan. Ada yang bilang mau ke sini, mau ke kesana, ke Tugu Mulyo. Tapi kalau terjaring sampai dengan Tanjung Raja, maka kita suruh putar balik.

“Karena disana memang tidak boleh dan tidak bisa lewat. Intinya kita sudah maksimal sampai 1×24 jam, saya sering mengecek langsung anggota bertugas, itu bergantian berdiri disitu itu. Mungkin bocor di waktu kosong anggota. Misal anggota lagi sholat dan makan,” tandasnya.

Banner atau spanduk himbauan 2×3 meter pun sudah terpasang, belum lagi penunjuk arah. Lanjutnya, kita juga telah bekerjasama dengan pihak Dinas Perhubungan, tetapi kadangkala sopir-sopir ini yang tetap nekat, alasan ongkos dan lain sebagainya. Kita kan tidak bisa mau tutup jalan, gimana orang yang mau balik ke OKI.

“Yang jelas sudah dihimbau bagi kendaraan menuju ke Lampung tidak bisa lewat Jalintim, jika masih nekat sudah kita katakan kepada mereka, nanti sampai di OKI pasti disuruh putar balik lewat Prabumulih. Ada yang memang putar balik, tetapi ada juga yang nyangkut di kantung parkir, sehingga menambah kemacetan,” tandasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda