Mahasiswa Lubuklinggau Menanti Janji Pemerintah yang Tak Kunjung Terealisasi

71

SLEMAN, BERITAANDA – Asrama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Lubuklinggau di Dayakan, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, kini menyimpan kisah pilu dibalik semangat para mahasiswa perantau asal Kota Lubuklinggau. Bangunan yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi mereka justru tampak terbengkalai dan jauh dari kata layak huni.

Kondisi fisik asrama semakin memprihatinkan. Atap kamar dan garasi bocor, beberapa bagian bahkan ambruk saat hujan deras hingga air menggenangi ruangan. Dua kamar mandi di lantai bawah rusak total dan tak lagi berfungsi, sementara area dapur serta fasilitas kebersihan mengalami kerusakan parah akibat usia bangunan. Inventaris seperti kasur, kulkas, televisi, galon air, kompor, hingga alat kebersihan pun banyak yang rusak dimakan waktu.

Ironisnya, perhatian dari pemerintah daerah nyaris tak terlihat, meski janji perbaikan sudah berulang kali disampaikan. Seluruh kebutuhan dasar seperti listrik, air, dan koneksi Wi-Fi masih ditanggung pribadi oleh para mahasiswa penghuni. Bahkan, biaya pengangkutan sampah dan perbaikan mesin air yang sering rusak juga berasal dari iuran mereka sendiri.

Letak asrama yang cukup jauh dari kampus-kampus utama di Yogyakarta menjadi tantangan tersendiri. Para mahasiswa harus menempuh jarak yang tidak dekat untuk berkuliah, sembari menanggung tambahan biaya dari fasilitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Meski begitu, secercah harapan sempat muncul saat Wali Kota Lubuklinggau dalam kunjungannya menyampaikan rencana pemindahan lokasi asrama. Menurutnya, lokasi asrama saat ini dinilai kurang strategis dan menyulitkan mahasiswa dari sisi aksesibilitas.

Pernyataan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan rombongan DPRD Lubuklinggau pada Kamis, 30 Oktober 2025. Para anggota dewan mengaku prihatin melihat langsung kondisi bangunan, serta mendorong agar asrama segera dipindahkan ke lokasi yang lebih layak dan mudah dijangkau.

“Kami berharap perhatian ini tidak berhenti pada kunjungan dan janji. Asrama ini simbol semangat dan perjuangan anak-anak Lubuklinggau di tanah rantau. Sudah sepatutnya mereka mendapat tempat tinggal yang layak,” ujar salah satu mahasiswa penghuni asrama.

Asrama IKPM Lubuklinggau Dayakan sejatinya bukan sekadar tempat tinggal. Ia merupakan wadah kebersamaan, solidaritas, dan pembinaan karakter mahasiswa asal Lubuklinggau di Yogyakarta. Namun, tanpa tindak lanjut nyata dari pihak terkait, semangat itu perlahan tergerus oleh kenyataan pahit kondisi fasilitas yang tak lagi memadai.

Kini, para penghuni hanya bisa menanti, berharap agar janji pemindahan dan perbaikan yang telah disampaikan benar-benar diwujudkan, demi menjaga semangat dan martabat mahasiswa Lubuklinggau di tanah rantau. (*)

Bagaimana Menurut Anda