Korban Tenggelam di Sungai Mentukak Berhasil Ditemukan Aparat Gabungan

155

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Korban tenggelam di Sungai Nanga Mentukak Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, Jumat (18/10/2019) kemarin, berhasil ditemukan aparat gabungan Polsek Nanga Taman serta Koramil berserta Basarnas Sintang dan BPBD Sekadau, dibantu warga setempat. Korban diangkat dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (19/10/2019) pagi.

Kapolsek Nanga Taman IPDA Didik Darman Putra mengungkapkan, korban diketahui bernama Limun (70), warga Desa Pantok, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tenggelam terbawa arus sungai Nanga Mentukak.

Korban dilaporkan tenggelam oleh suaminya Thomas (61) ke Polsek Nanga Taman pada Jumat (18/10/2019) sore pukul 17.00 Wib di Sungai Nanga Mentukak Desa Pantok.

Atas laporan tersebut, sekira pukul 18.00 Wib, anggota Polsek Nanga Taman dibantu waga melakukan pencarian terhadap korban di sekitar aliran sungai, namun korban tidak ditemukan.

Pada saat kejadian, korban hendak pulang dari ladang ke rumahnya, menyeberangi Sungai Nanga Mentukak. Kondisi aliran sungai pasang dan arus deras ditambah lagi cuaca hujan, sehingga korban terseret terbawa arus air sungai.

Korban sempat berteriak dan didengar olah saksi Suwandi (40) yang sedang menjala ikan di sungai, melihat korban tenggelam dia berteriak memanggil warga untuk meminta pertolongan.

“Dikarenakan kondisi cuaca pada saat pencarian hujan lebat dan arus air sungai yang sangat deras sehingga menjadi kendala dalam melakukan pencarian, hingga pada pukul 20.30 Wib pencarian dihentikan,” terang Kapolsek.

Kemudian pada Sabtu (19/10/2019) pagi, lanjut Kapolsek, pencarian dilanjutkan bersama aparat gabungan dari Polsek Nanga Taman, Koramil. Basarnas Sintang, dan BPBD Sekdau dibantu warga dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas.

“Pada pukul 08.30 Wib, korban Limun ditemukan di aliran Sungai Nanga Mentukak, namun sayang korban sudah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Nanga Taman IPDA Didik Darman Putra.

Kapolsek menambahkan, saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga dan mereka menolak untuk dilalukan otopsi, menerima kejadian tersebut adalah musibah. (Arni/Aji Humas Polres)

Bagaimana Menurut Anda