Ziarah Makam, Meneladani Jejak Perjuangan Para Pahlawan

0

MATARAM-NTB, BERITAANDA – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi ziarah ke makam pahlawan nasional Maulana Syaikh, TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid di Pancor Lombok Timur NTB, Jumat (10/11/2017).

Ziarah ke makam Maulana Syaikh tersebut merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Pahlawan ke-72 tahun 2017, disamping juga sebelumnya dilaksanakan ziarah makam ke Taman Makam Pahlawan Majeluk Mataram, dilanjutkan dengan upacara bendera yang digelar jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB.

Rangkaian kegiatan memperingati Hari Pahlawan dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangannya sebagai modal penting bagi generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB dua periode ini, lebih jauh menegaskan bahwa Maulana Syaikh tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun. Perjuangan dan pengkhidmatan beliau tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun kecuali keridhaan Allah SWT.

“Berjuang beliau untuk negeri juga tidak membutuhkan pujian dari siapapun, kecuali ingin menjadi putra bangsa yang bermanfaat untuk negara dan bangsanya,” kata dia.

Menurut gubernur penghafal Alquran ini, penetapan gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syaikh ini pentingnya untuk kita supaya sadar, bahwa kita memiliki orang tua yang telah berjasa untuk Republik Indonesia.

“Kita sebagai generasi penerus harus siap juga berjuang untuk republik ini,” ajaknya.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional secara resmi oleh Presiden RI, Bapak Ir.H.Joko Widodo kepada Maulana Syaikh di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11/2017), disambut syukur dan suka cita berbagai elemen masyarakat  NTB, baik yang berada di wilayah NTB maupun kini berada di luar daerah.

Mereka mengekspresikan kebanggaannya atas gelar pahlawan nasional kepada putra terbaik NTB itu dengan berbagai bentuk kegiatan syukur dan suka cita. Mulai dari pengibaran bendera raksasa di puncak minarat IC, lomba poster dan foto-foto perjuangan Maulana Syaikh hingga tasyakuran yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTB maupun doa syukur oleh Pemda dan berbagai elemen masyarakat di setiap kabupaten/kota se-NTB.

Dalam acara tasyakuran tersebut, selain diisi dengan doa dan pagelaran berbagai seni budaya daerah yang menonjolkan nilai-nilai kearifan lokal, kepahlawanan dan pendidikan. Juga ditayangkan testimoni para tokoh nasional, baik dari NTB maupun di luar NTB tentang almarhum Maulana Syaikh. Termasuk menayangkan ceramah kebangsaan Maulana Syaikh di hadapan masyarakat NTB saat beliau masih hidup. (Suhairy)

Bagaimana Menurut Anda