Yustin Ficardo Tampilkan Kerajinan Lampung di Pameran Pariwisata Dunia London

0

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Aprilani Yustin Ficardo, mengikuti ajang World Travel Market (WTM) di London, Inggris, 5-7 November 2018, dengan aneka kerajinan khas Lampung. Yustin langsung tampil menjelaskan kerajinan khas Lampung seperti kain tapis ke pengunjung Pavaliun Indonesia, di Hall AS 1100.

Menurut Yustin Ficardo, kehadiran Lampung pada ajang pameran pariwasata ini karena aktifitas utamanya adalah bussines to bussines dan seller meet muyer meeting. “Ini pameran terbesar pariwisata kedua dunia. Tentu kita berharap, agar wisatawan Eropa mau berkunjung ke Lampung dan mengenal budaya Lampung,” kata Aprilani Yustin Ficardo, di arena WTM London, Selasa (11/6/2018).

Kepada para pengunjung, Yustin menjelaskan satu persatu destinasi wisata unggulan Lampung seperti kawasan Pesisir Barat Lampung seperti kawasan selancar kelas dunia Tanjungsetia, Pesisir Barat. Kemudian Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Selain kain khas Tapis, pada pameran ini Dekranasda juga menampilkan ukiran khas Lampung.

Penampilan stan yang khas Budaya Lampung, kata Yustin, karena wisatawan Inggris cenderung lebih menyukai aktivitas wisata budaya. Meskipun keindahan alam Indonesia terutama Bali masih menjadi favorit mereka, Lampung tak kalah dengan pariwisata Bali.

Acara WTM London 2018 diharapkan mampu menjadi lahan investasi bagi para seller, yang tentunya memberikan keuntungan berupa pemasukan devisa dari sektor pariwisata bagi Indonesia. Negara Inggris masih menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kunjungan wisman asal Eropa, diikuti Perancis, Belanda, Jerman, dan Rusia. “Kita berharap sebagian kunjungan itu nanti ke Lampung,” kata Yustin.

Untuk 2018, ditargetkan sejumlah 390 ribu wisatawan Inggris akan berkunjung ke Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI Indonesia London dan VITO Inggris mengajak Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti WTM. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda