Wujudkan Kelestarian Ikan Lokal, KKP Restocking Ikan Lokal di Embung Way Ratu

178

LAMSEL, BERITAANDA – KKP melalui BPBAT Jambi melakukan penebaran ikan di perairan umum (restocking) Natar Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (10/2/2023).

Sebanyak 250.000 ekor ikan lokal ekonomis tinggi yang terdiri dari 100.000 ekor jelawat, 100.000 ekor nilem dan 50.000 ekor baung ditebar di Embung Way Ratu yang dikelola oleh Pokmaswas Dewi Way Ratu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan restocking KKP di Lampung yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Februari 2023. Ini juga merupakan salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mewujudkan ekonomi biru untuk keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional, serta merupakan sinergi kolaboratif antara Dirjen Perikanan Budi Daya KKP RI, Komisi IV DPR RI serta BPTP Lampung.

Hadir pada kegiatan restocking itu antara lain Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Ir. Ujang Komarudin M.Sc mewakili Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budi Daya mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Sudin SE, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi Dr. Andy Artha Donny Oktopura ST MT M.Eng, Kepala BPTP Lampung serta Pokmaswas Dewi Way Ratu.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengucapkan terima kasih dan sangat mengapreasi kinerja Ketua Komisi IV DPR RI dan KKP RI atas kepeduliannya terhadap Lamsel, terkhusus pada bidang kelautan dan perikanan.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan merasa sangat terbantu. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan hari ini dapat bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, dalam sambutannya mengatakan, bantuan tersebut merupakan bukti nyata serta komitmen pemerintah dan wakil rakyat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.

Sudin juga mengingatkan, jika ikan yang telah disebar agar dapat dipelihara dengan baik oleh masyarakat sekitar. Ia berpesan agar jangan ada yang ngejala, dilarang meracuni, menyetrum atau menangkap ikan dengan alat-alat yang tidak ramah lingkungan.

“Ini milik kita semua harus dijaga. Kalau sudah besar bisa dipancing, boleh,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pakan dan Obat Ikan Ujang Komarudin mengatakan, KKP mempunyai beberapa program prioritas, salah satu diantaranya adalah pemulihan populasi ikan lokal/endemik yang disinyalir sudah mulai mengalami penurunan/punah.

“Menteri KP melalui Permen KP No 9 Tahun 2021 tentang penebaran kembali dan penangkapan ikan berbasis budidaya’ telah mengatur tata cara penebaran kembali (restocking) benih ikan di perairan umum, beserta pengelolaan dan pemanfaatannya,” terang dia.

Selanjutnya Ujang Komarudin juga menyampaikan beberapa manfaat dari penebaran kembali (restocking) diantaranya:

Sustainable fisheries (perikanan yang berkelanjutan), dimana kegiatan perikanan akan berlangsung dengan cara menebar benih ikan asli/endemik ke perairan umum (rawa, sungai, waduk, genangan, dan sungai).

Pemulihan/pelestarian populasi ikan-ikan lokal/endemik yang disinyalir populasinya sudah sangat menurun (mulai punah).

Pemeliharaan ikan dengan minimal atau bahkan tanpa pemberian pakan buatan.

“Kami berharap ada kearifan lokal (atau peraturan daerah/perda) yang mengatur pengelolaan dan pemanfaatan perairan umum setempat untuk kegiatan penebaran kembali benih ikan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPBAT Jambi, Andy Artha Donny, menambahkan bahwa pihaknya sebagai salah satu UPT DJPB KKP siap mendukung kegiatan peningkatan stok ikan lokal di alam melalui pengembangan teknologi pembenihan ikan dan broodstock ikan-ikan lokal.

“Kami juga berkomitmen meningkatkan produksi benih ikan endemik, khusunya di Pulau Sumatera yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti jelawat, baung, nilem, tambakan, kaviat dan gabus haruan,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, kegiatan budidaya ikan lokal menjadi solusi dan strategi untuk keberlanjutan stok ikan-ikan lokal di alam.

“Kami berharap ikan yang telah di restocking dijaga oleh masyarakat, supaya memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan wilayah,” jelas dia.

Keberadaan Pokmaswas Dewi Way Ratu di Embung Way Ratu ini merupakan keuntungan positif, karena diharapkan dapat menjadi wadah untuk memastikan manajemen pengelolaan sumber daya ikan yang ditebar di embung akan lestari dan terjaga.

“Pokmaswas juga diharapkan bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan fungsi sosial kontrol agar ikan-ikan yang ditebar benar-benar bisa dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” pungkas Andy Arta.  (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda