Walikota Samarinda Duduk di Kursi Pesakitan, Akui Keluarkan SK Parkir

0
Saksi Walikota Samarinda Syaharie Jaang

SAMARINDA-KALTIM, BERITAANDA – Sidang lanjutan perkara pungutan liar (pungli) yang berujung dugaan pemerasaan melibatkan terdakwa Heri Susanto alias Abun dan Noer Asriansyah alias Elly, kembali digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (18/9/2017) siang.

Sidang yang dipimpin Joko Sutrisno didampingi hakim anggota Burhanuddin dan Hendri Dunant dimulai sekitar pukul 11.00 Wita.

Untuk sidang kali ini, JPU Agus Supriyanto dan Reza Fahlepi menghadirkan saksi Walikota Samarinda Syaharie Jaang.

Dalam kesaksiannya dihadapan majelis hakim, Syaharie Jaang yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Samarinda, nampak agak gugup dan berhati-hati menjawab semua pertanyaan yang diajukan majelis hakim Joko Sutrisno.

Diakui Jaang, proses sebelum keluarnya surat keputusan (SK) walikota terkait pemungutan parkir di kawasan pelabuhan peti kemas Kecamatan Palaran Samarinda Kalimantan Timur ketika dia sudah tidak menjabat walikota pada tahun 2015. Kendati demikian, Jaang mengakui menandatangi SK parkir yang dimohonkan oleh KSU PDIB tahun 2016 setelah ia terpilih dan dilantik kembali menjadi Walikota Samarinda pada bulan Februari.

“Dokumen yang disampaikan kepada saya dari 24 November 2015 sampai dengan Februari 2016,” sebut Jaang

Menurut Jaang, tahapan proses terbitnya SK tersebut sudah melalui prosedur yang benar. Karena itu, pihak Pemkot Samarinda melalui instansi terkait memutuskan untuk memberikan izin pengelolaan kantong parkir atas nama Koperasi Serba Usaha PDIB.

Dalam perkara ini, hakim juga mempertanyakan beberapa hal, mulai status lahan yang digunakan sampai dengan munculnya dugaan pemerasan terkait pungutan parkir di areal akses jalan masuk pelabuhan yang ketika itu dianggap bermasalah oleh Mabes Polri dalam operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. (ib)

Bagaimana Menurut Anda