Wagub NTB Ajak Generasi Muda Jauhi Obat Terlarang

0

MATARAM-NTB, BERITAANDA – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh Amin, SH., M. Si mengajak seluruh pihak untuk memberikan pemahaman dan pendidikan yang baik bagi generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang, seperti karisoprodol, tramadol, haloperidol, triheksifenidil.

Obat-obat terlarang tersebut akan merusak sistem syaraf pusat yang nantinya akan menyebabkan ketergantungan serta merusak aktivitas mental dan perilaku bagi yang memakainya. Karenanya, wagub meminta genarasi muda untuk menjauhi penyalahgunaan obat-obat terlarang.

“Kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan agar anak-anak kita tahu bahwa obat-obatan ini bisa merusak kesehatannya, bisa merusak mentalnya”, tegas wagub saat membuka sarasehan pemberantasan penyalahgunaan obat ilegal, di gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Sabtu (11/11/17).

Kegiatan tersebut digelar guna meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyalahgunaan obat serta menggalang komitmen bersama dengan lintas sektor dan para siswa SMA/MA dalam pemberantasan penyalahgunaan obat.

Wagub kelahiran Sumbawa tersebut menilai perlu peningkatan sumber daya manusia, agar para generasi penerus bangsa tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Mengingat penyalahgunaan obat di Indonesia semakin menjadi trend di kalangan masyarakat, terutama pada para remaja usia produktif.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Mataram, Dra Ni GAN Suarningsih, Apt, MH, melaporkan dalam kurun waktu 2015-2017, sekitar 165 jiwa yang terdata melakukan konsultasi ke BNN Provinsi NTB dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat mempunyai peranan penting dalam pengawasan peredaran obat-obatan ilegal.

“Jangan sampai kejadian pada beberapa bulan lalu terjadi di NTB, yakni kasus penyalahgunaan obat ilegal di Kendari, yang diakibatkan oleh pil PCC dan telah menelan korban”, ungkap Suarningsih.

Ia juga melaporkan bahwa Badan POM menyelenggarakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, perangkat daerah dan Dinas Kesehatan NTB. Kegiatan ini perlu dilaksanakan untuk mencegah dan mengatasi penyalahgunaan obat terutama di kalangan generasi muda dan pelajar.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala BNN Provinsi NTB, Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB, 325 murid dan guru dari SMA dan MA se-Kota Mataram. Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama lintas sektor dan siswa tentang pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Provinsi NTB. (Suhairy)

Bagaimana Menurut Anda