Waduh, KPU OKI Hanya Diberi ‘Jatah’ Rp1,8 Miliar, Bisa Pergi Tapi Tidak Bisa Pulang

648
Rakor kesiapan pemilu 2019 di Kabupaten OKI di kantor Bupati OKI, Kamis (11/4/2019).

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Selain jalur distribusi, anggaran untuk mendistribusikan logistik pemilihan umum (pemilu) 2019 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga menjadi kendala pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKI.

“Tahun 2019 ini kami harus legowo, Rp1,8 miliar dengan lima jenis kotak suara,” ungkap Ketua KPU OKI, Dery Siswandi, saat rakor kesiapan pemilu di kantor Bupati OKI, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, dengan anggaran seperti ini hampir bisa dipastikan akan menyulitkan proses distribusi logistik, baik dalam hal mengantar logistik ke PPK dan PPS, maupun untuk kepulangan logistik tersebut. Apalagi, jumlah logistik pemilu kali ini lebih banyak daripada pemilu 2014 dan pilkada 2018 lalu.

“Pemilu 2014 itu dengan empat jenis pemilu, anggarannya Rp2,8 miliar. Dan tahun 2018 kemarin ada perkembangan dengan dianggarkan Rp2,6 miliar untuk dua jenis surat suara. Sedangkan tahun 2019 ini kami harus legowo. Dengan hanya Rp1,8 miliar ini, dikhawatirkan pergi pacak balek dak pacak (bisa pergi tidak bisa pulang),” ujarnya.

Dijelaskannya, kekhawatiran ini sejalan dengan luas wilayah di OKI yang begitu luas. Disamping itu, jalur atau akses untuk menuju ke desa-desa atau TPS di OKI saat ini bisa cukup menyulitkan.

“Ini perlu dipikiran bersama agar bagaimana ini bisa lancar, baik pergi maupun pulang. Dari hitungan kami, ini akan menjadi masalah, karena biaya distribusi logistik di OKI bukan hanya daratan, tapi juga wilayah perairan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati OKI, H Iskandar SE mengungkapkan, memang secara anggaran pemerintah daerah (pemda) tidak bisa menganggarkan untuk pelaksanaan pemilu ini. Namun, menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk turut mensukseskan pelaksanaan pemilu.

“Tadi sudah disampaikan KPU masalah yang ada, terbayangkan apa kendalanya. Pemerintah berkewajiban membantu penyelenggaraan pemilu sesuai undang-undang yang ada, tapi kita harus sukseskan ini, saya tidak menghendaki ini jadi viral, karena kita gagal melaksanakan pemilu,” jelasnya.

Untuk itu, dalam hal ini pemerintah daerah mengharapkan agar pihak perusahaan dapat bekerjasama dalam hal mensukseskan pesta demokrasi ini. Pasalnya, di OKI ini ada banyak perusahaan yang notabene mempunyai akses dan fasilitas yang diharapkan bisa mempermudah dalam hal distribusi logistik ini.

“Kita harapkan kelancaran ini semua terlibat dan bertanggung jawab untuk mensukseskan ini. Perusahaan adalah bagian dari OKI yang merupakan mitra Pemkab OKI, mari sukseskan pemilu ini, kalau tidak nanti ini akan menjadi catatan,” tegasnya.

“Mari komitmen sukseskan dan apa yang jadi kendala tadi, seperti jalan rusak agar akses perusahaan bisa dibuka. Tolong dibantu, perusahaan yang punya sarana, fasilitas,” tambahnya.

Salah seorang perwakilan perusahaan, Mulyadi, perwakilan dari PT Tania Selatan mengungkapkan, pada prinsipnya siap membantu logistik pemilu ini.

“Kami siap membantu distribusi logistik pemilu ini. Selanjutnya apa yang dibutuhkan kami siap, standby,” ujarnya singkat. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda