Waduh, Indonesia Negara Kedua Penyebaran Penyakit TB

0

LEBONG-BENGKULU, BERITAANDA – Bertempat di gedung dakwah Muhammadiyah Lebong, berlangsung kegiatan pelatihan tokoh agama dalam penanggulangan Tuberculosis dan HIV.

Kegiatan dilaksanakan oleh Komunitas TB-HIV Care ‘Aisyiyah Lebong. Turut hadir dalam kegiatan itu Koordinator SSR Lebong Ujang Sutrisno, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lebong H. Zulkifli Kamek, Koordinator SR Bengkulu Hj. Susi Soraya, dan perwakilan Dinas Kesehatan Lebong.

Koordinator SR Bengkulu, Hj. Susi Soraya menyampaikan rasa syukur atas peran besar ‘Aisyiyah, yang sudah mencapai 100 tahun, dalam melakukan berbagai kegiatan untuk memajukan umat. Termasuk rencana pendirian perguruan tinggi dan klinik di Kabupaten Lebong.

“Selain itu, ‘Aisyiyah juga dipercayakan untuk menjalankan sebuah program dari Global Fund, yakni penanggulangan penyakit TB-HIV. Untuk wilayah Bengkulu, kegiatan ini khususnya dilaksanakan di tiga daerah yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, dan Lebong. Harapan kami ustadz dan ustadzah nantinya bisa ikut memfasilitasi penanggulangan TB di tengah masyarakat. Dimana sebagian masyarakat ini masih beranggapan bahwa penyakit TB ini adalah penyakit akibat ilmu ghaib. Karena itu diharapkan para tokoh agama bisa melakukan pendekatan secara religius kepada masyarakat dalam rangka penanggulangan penyakit TB,” jelas Susi.

Perwakilan Dinas Kesehatan Lebong, Sugiarto, menyampaikan bahwa pada dasarnya program TB dari Global Fund sudah lama dilaksanakan.

“Ini menunjukkan betapa penting dan pedulinya Global Fund terhadap penanggulangan penyakit TB. Permasalahannya adalah kita sebagai objek ini masih banyak yang belum peduli,” ungkap Sugiarto.

Karena itu diharapkan para hadirin dapat menyampaikan ilmu yang didapat nantinya dari kegiatan ini agar bisa digunakan untuk mengubah pola pikir masyarakat selama ini yang beranggapan bahwa penyakit TB adalah kutukan dan tidak bisa disembuhkan.

“Kita harus menyampaikan bahwa TB ini bisa disembuhkan dan pengobatannya gratis. Jika kebetulan keluarga kita ada penderita TB, untuk pencegahan penularannya agar penderitanya disarankan memakai masker,” terang Sugiarto.

Di Lebong, penularan TB khususnya marak terjadi di daerah tambang. Karena itu perlu pengamanan ekstra, termasuk dengan pemakaian masker kepada para penambang.

Dihimbau juga kepada penderita TB agar tidak membuang dahaknya secara sembarangan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lebong H. Zulkifli Kamek mengharapkan agar dari kegiatan ini para tokoh agama bisa mendapatkan ilmu yang nantinya bisa disampaikan kepada masyarakat.

“Khususnya yang berada di daerah sekitar tambang. Perlu disampaikan kepada masyarakat akan pentingnya penanggulangan penyakit TB,” sampai Zulkifli.

Koordinator SSR Lebong, Ujang Sutrisno menyampaikan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan beban tinggi penyebaran penyakit TB, setelah India. Karena itu, diharapkan melalui program ‘Aisyiyah TB-HIV Care yang didanai oleh Global Fund ini nantinya bisa semaksimal mungkin dimanfaatkan dalam menurunkan angka penderita TB di Indonesia.

“Tujuan program ini adalah meningkatkan angka penemuan kasus dan angka kesembuhan pasien di unit pelayanan kesehatan pemerintah dan non pemerintah dengan pengelolaan masyarakat atau kader. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pembentukan komunitas peduli TB di tiap daerah,” jelas Ujang.

Adapun kegiatan kader TB-HIV Care ini adalah penemuan kasus atau case finding serta penanganan kasus atau case holding.

“Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Lebong yang masyarakatnya banyak berprofesi sebagai penambang akan semakin meningkatkan resiko penularan penyakit TB. Dimana aktivitas pertambangan yang dilakukan di dalam lubang tambang tersebut tidak memungkinkan adanya sirkulasi udara yang baik, sehingga satu penderita TB dengan mudah akan menularkan bakteri TB kepada orang lain di dalam lubang tambang yang sama,” tutup Ujang. (Andi)

Bagaimana Menurut Anda