Waduh, Dolar Tembus Rp15 Ribu

0

PALEMBANG, BERITAANDA – Nilai tukar dolar terhadap rupiah akhirnya menembus level baru Rp15.000.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (3/10/2018), pagi ini dolar berada di level Rp15.085 dan sepanjang pagi ini dolar bergerak pada kisaran Rp15.050 hingga Rp15.090. Ini merupakan level tertinggi nilai tukar dolar dalam 20 tahun terakhir.

Melemahnya rupiah ternyata juga diikuti oleh mata uang lainnya, termasuk mata uang negara raksasa seperti Inggris dengan Poundsterling yang juga ikut melemah. Begitu juga dengan Euro, Mexican Peso dan Swedish Krona.

Menanggapi melemahnya rupiah terhadap dolar, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo mengatakan, sebelumnya rupiah juga sempat menguat dan kalau sekarang melemah, penyebabnya masih sama yaitu masih adanya tekanan dampak perekonomian global dan aspek makro ekonomi Indonesia yang dalam kondisi current account deficit. Hal ini disebabkan karena supply valas lebih kecil dibanding permintaannya.

Bank Indonesia selalu menjaga agar volatilitasnya tetap stabil, tidak fluktuatif. Kalaupun terjadi pelemahan karena dampak global tadi, volatilitasnya tetap dijaga.

“BI selalu hadir di pasar melalui intervensi, baik di pasar valas maupun pasar sekunder untuk Surat Berharga Negara (SBN) dan melalui kebijakan lainnya. Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi untuk mengurangi current account deficit,” ujarnya.

Pemerintah bersama BI dan otoritas lainnya selalu hand in hand untuk mengawal stabilitas nilai rupiah.

Khusus di Sumsel, jika melihat data release BPS memperlihatkan kinerja ekspornya per Agustus 2018 terus tumbuh dan secara tahunan lebih baik dibandingkan kinerja tahun 2016 dan 2017. Begitu pula struktur impornya lebih didominasi oleh barang modal yang akan memberikan nilai tambah pada saat digunakan dan hanya dalam porsi kecil untuk barang konsumsi.

“Ekspor Sumsel masih surplus dengan nilai ekspor Agustus sebesar $ 446.81 juta, sementara nilai impornya hanya sebesar $ 42.09 juta atau turun hingga 23.08% dibandingkan periode sebelumnya,” tutup Hari. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda