Wabup Sintang Gelar Buka Puasa Bersama di Balai Pegodai

107

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM kembali menggelar acara buka puasa bersama di Balai Pegodai, Senin (20/5/2019).

Turut hadir dalam buka puasa bersama tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag, Direktur PDAM Sintang, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, para santri dari Pondok Pesantren Darul Ma’arif dan anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Aisyah Pangeran Kuning.

Wakil Bupati Sintang menyampaikan, buka puasa ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Balai Pegodai.

“Tahun lalu kita laksanakan tiga kali buka puasa bersama di Balai Pegodai ini. Selain buka puasa bersama, kita juga melaksanakan safari Ramadhan. Saya berharap kegiatan ini bisa menjaga hubungan harmonis antar agama yang ada,” kata dia.

“Inilah bentuk upaya kita menjaga Kabupaten Sintang supaya tetap bersama-sama. Menjaga hubungan baik dengan semua agama. Ini kepedulian kita pada semua agama. Partisipasi kita untuk mendekatkan hubungan antar manusia dengan Tuhan. Saya sudah beberapa kali melaksanakan buka puasa bersama ini. Dan saya sering mencatat beberapa poin penting yang disampaikan ustadz saat memberikan tausyiah,” terang Askiman.

Sebelum waktu berbuka puasa, para tamu undangan mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Rohendi, yang secara panjang lebar menjelaskan lima ciri-ciri orang beriman yang dipanggil Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ustadz Rohendi dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa hingga hari ini, kita sudah berada di pertengahan bulan suci Ramadhan. Disaat bulan suci ramadhan ini pintu surga dibuka lebar. Dan pintu neraka di tutup rapat.

“Maka hendaknya umat Islam memperkuat iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ada lima ciri orang beriman yang dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan, yakni pertama, saat kalau disebut nama Allah maka hatinya bergetar dan takut kalau tidak bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan. Kedua, kalau dibacakan ayat suci Alquran, maka orang tersebut akan semakin yakin bahwa perintah puasa berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan berpuasa karena tidak enak dengan orang lain atau ikut-ikutan puasa.”

“Ketiga, orang beriman itu hanya bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, setelah melakukan pekerjaan secara maksimal, akhirnya menyerahkan pekerjaan dan segala usahanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Keempat, orang tersebut ulet dan tekun dalam menjalankan ibadah sholat. Serta mampu menjalankan sholat tarawih yang hanya ada selama bulan suci Ramadhan.”

“Mari kita umat Islam untuk memanfaatkan sisa setengah bulan suci Ramadhan untuk menemui masjid dan melakukan sholat tarawih bersama. Orang yang tidak boros dan berbelanja yang tidak penting. Ingat usai lebaran, anak-anak akan memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya.”

“Saya juga mengajak umat Islam untuk rajin membaca Alquran, rajin membaca buku dan memperkenalkan gerakan literasi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah memberikan perintah untuk memperbanyak membaca. Kelima, Orang beriman yang dipanggil Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk berpuasa, orang yang mendapatkan banyak rezeki.”

“Saya sudah dua tahun berturut-turut memberikan tausiyah dalam acara berbuka puasa di rumah dinas Wakil Bupati Sintang ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah berfirman bahwa, kamu saya jadikan berbangsa bangsa dan bersuku-suku. Maka kita harus saling menghormati.”

“Tahun lalu pak wakil ini melakukan acara buka puasa bersama sebanyak tiga kali. Dan tahun ini dilaksanakan dua kali. Kita banyak suku, agama, bahasa. Ini kekayaan bangsa yang patut dijaga dan dijadikan modal untuk membangun Sintang yang harmonis dan maju. Puasa mengajarkan kita untuk bersabar. Puasa itu separuhnya adalah kesabaran. Sabar dalam ketaatan, penghampaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi hati juga harus berpuasa, menjauhi saling curiga, jauhkan diri dari dosa dan kemaksiatan. Nafsu sering merendahkan derajat manusia. Sabar menahan ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita jaga Sintang yang terus berkembang dan maju ini dengan menjaga keamanan, keharmonisan di Kabupaten Sintang,” pesan Ustadz Rohendi. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda