Untung Sandera 3 Orang dan Melukai 1 Anggota Sat Polairud Polres OKI

792
Tersangka Untung (kiri) dan korban Bripka Yohanes (kanan)

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Entah apa yang ada dibenak Untung (33), warga Sungai Kong Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini nekat melakukan penyanderaan 3 orang warga bahkan melukai 1 orang anggota Sat Polairud Polres OKI yang berusaha menangkapnya, Ahad (14/4/2019) kemarin.

Insiden ini terjadi sekira pukul 09.00 Wib, bermula di rumah makan milik Selly yang berada di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal OKI. Saat itu pelaku Untung sempat menyandera 1 orang anak kecil dan 2 orang wanita, pelayan di rumah makan tersebut, hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan nyaris tewas dihakimi massa.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Cengal IPTU Eko Suseno menjelaskan, keterangan dari pemilik rumah makan, Selly, mulanya ada 1 unit speedboot mampir ke dermaga ada di rumah makan miliknya. Lalu tiba – tiba turun seorang laki – laki membawa pisau di tangan kanannya sambil menyandera seorang anak kecil.

“Setelah laki – laki itu masuk ke dalam rumah makan miliknya, tiba – tiba langsung menyandera 2 orang perempuan, Marwa (18) dan Uli (16), warga setempat yang merupakan pelayan rumah makannya. Dan anak kecil semula disandera laki – laki itu dilepaskannya,” ungkap Eko Suseno, Senin (15/4/2019).

Selanjutnya, kata Eko, laki – laki itu hanya membawa 1 orang saja pelayan yang disanderanya tadi ke dalam los berada di depan rumah makan tersebut. Karena melihat ada pelayanannya disandera oleh orang tak dikenal (OTK), maka pemilik rumah makan, Selly, langsung menelepon Bripka Yohanes, anggota Sat Polairud Polres OKI.

“Untuk memberitahukan ada kejadian tersebut dan meminta kepada Bripka Yohanes segera datang ke TKP untuk mengamankan tersangka dan korban yang disanderanya. Pada saat itu warga juga sudah ramai mengepung pelaku,” jelas Eko.

Setiba di TKP, masih kata Eko, Bripka Yohanes langsung mendekati tersangka yang sedang menyandera 1 orang perempuan sambil memegang pisau di tangan kanannya dan pada saat yang bersamaan datang juga di TKP, 2 orang personel dari TNI AL, Serka Anton dan Koptu Irhandi yang ditelepon oleh Bripka Yohanes.

“Pada saat tiba di TKP, tersangka langsung ngomong kepada Bripka Yohanes agar dirinya segera diamankan di Pos Airud, dan jawaban dari Bripka Yohanes, kalau mau kau diamankan ke Pos Airud lepaskan dulu perempuan yang kau sandera itu. Lalu setelah itu tersangka melepaskan sanderanya,” tandas Eko.

Kemudian Bripka Yohanes langsung memegang tangan kiri tersangka dan memintanya untuk melepaskan pisau yang ada di tangan kanannya. Lanjut Eko, karena tersangka tidak mau melepaskan pisaunya, maka Bripka Yohanes menendang tersangka. Seketika itu tersangka langsung mengamuk sambil mengayunkan pisaunya, sehingga mengenai kening kanan dan tangan kanan Bripka Yohanes.

“Usai mengamuk, tersangka melarikan diri dikejar warga yang sudah berkumpul di TKP dan pelaku lompat ke sungai beserta pisaunya jatuh ke sungai. Personel TNI AL yang ada di TKP, saat melihat tersangka lompat ke sungai langsung meminta ia segera naik sambil mengacungkan senjata laras panjang miliknya,” ujar Eko.

Mendapat ancaman tersebut, dilanjutkan Eko, lalu tersangka naik dan seketika itu langsung digebuki massa yang sudah berkumpul hingga mengakibatkan tersangka mengalami luka memar. Kemudian warga langsung membawa Bripka Yohanes ke Puskesmas Tulung Selapan untuk dirawat lukanya.

“Sementara pelaku juga langsung dibawa ke Puskesmas Desa Pantai Harapan Cengal. Saat ini korban Bripka Yohanes masih dirawat di Puskesmas Tulung Selapan, begitupun tersangka masih dirawat dengan pengawalan ketat, selanjutnya akan dibawa ke Polsek Cengal,” jelas Eko.

Untuk motifnya belum diketahui, tambah Eko, karena tersangka belum bisa bicara panjang lebar, hanya saja dia mengaku nekat melakukan tindakan penyanderaan tersebut mulanya karena ketakutan dan merasa akan dikeroyok.

“Tetapi mengenai dikeroyok siapa kita tidak diketahui, apa mungkin hanya perasaannya saja,” pungkas Eko. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda