Umar Bin Khattab Tolak Makan Enak Saat Rakyat Kelaparan

85

SERBA-SERBI, BERITAANDA – Umar Bin Khattab Radiallahu Anhu adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang menjadi khalifah dan bergelar Amirul Mukminin. Di suatu waktu kepemimpinannya, wilayahnya dilanda paceklik karena musim kemarau. Di saat situasi seperti itu, Umar memberikan keteladanannya sebagai pemimpin.

Dalam sebuah riwayat yang ditulis dalam buku Sang Legenda Umar Bin Khattab karya Yahya Bin Yazid Al Hukmi Al Faifi, Abdullah meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam riwayatnya, Umar Bin Khattab selalu puasa dahr (sepanjang tahun). Ketika di musim kemarau, rakyat dilanda kelaparan.

Umar Bin Khattab selaku khalifah selalu membawa roti jika pulang petang hari. Apabila telah tiba di rumah, roti itu hanya disiram minyak dan disantap untuk berbuka puasa.

Pada suatu hari, beberapa orang menyembelih unta untuk dibagikan kepada rakyat. Ketika Umar Bin Khattab mendapatkan bagian yang enak, yaitu punuk dan hati unta yang disembelih, Umar bertanya, ‘Dari kalian mendapatkan ini?’. Mereka menjawab, ‘dari unta yang disembelih tadi siang!’.

Umar berkata, ‘wah, celaka! saya adalah seorang pemimpin yang terburuk, jika saya mendapatkan yang bagus-bagus saja, sementara rakyat mendapatkan sisa-sisanya. Angkat daging ini dan berikat saya makanan selain ini!’.

Kemudian Umar diambilkan roti dan minyak, lalu roti itu dicabik-cabik dengan berkata, ‘kemarilah hai Yarfa (seorang pelayan Umar), bawa makanan dan minyak ini dan antarkan kepada keluarga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sudah tiga hari saya tidak melihat mereka, sepertinya mereka sudah kelaparan’. (*)

Sumber: republika.co.id

Bagaimana Menurut Anda