Tingkatkan Kompetensi Bidang Konstruksi, UBL Jalin Kerjasama dengan UPH dan Gapeknas

116

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Melalui Fakultas Teknik, Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali melebarkan sayap kerja sama di bidang konstruksi.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UBL dengan Universitas Pelita Harapan (UPH), serta Ketua Umun Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapeknas) dan Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI).

Penandatangan dilakukan oleh Wakil Rektor I UBL Bidang Akademik Dr. Ir. Hery Riyanto, MT dengan Guru Besar dan Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil UPH, Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST MT D.Min serta Dekan Fakultas Teknik UBL Ir. Juniadi, MT dengan Ketua Umum Gapeknas dan ATAKI, Ir. Manahara. R. Siahaan, yang berlangsung di auditorium Pascasarjana UBL, Sabtu (19/10/2019).

Dalam kegiatan ini Wakil Rektor I UBL, Hery Riyanto mengatakan, UBL tengah merencanakan untuk membuka program doktoral (S3).

“Saya sangat mengapresiasi acara seperti ini, sangat penting sekali bagaimana berkolaborasi antar perguruan tinggi, dan juga mohon doanya karena UBL tengah merencanakan membuka program doktoral (S3) di Lampung. Yang mana artinya akan menjadi program S3 pertama di Sumatera,” ujar Herry.

Tak hanya itu, dirinya juga menambahkan, kolaborasi perguruan tinggi dengan Asosiasi Kontruksi baik perusahaan maupun tenaga ahli akan terus ditingkatkan. Seperti yang diketahui, sebelumnya UBL juga telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Pengembangan jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Lampung.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan seminar sehari juga dilaksanakan pada waktu yang sama, dengan narasumber Guru Besar dan Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil UPH, Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak yang membawakan materi ‘Manajemen Proyek Konstruksi Menuju Indonesia Maju’. Dan juga narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Provinsi Lampung, yang membawakan materi ‘Penelitian dan Pemanfaatan Batu Basalt Scoria Lampung untuk Pengembangan Litbang, Industri Beton, dan Semen, serta Konstruksi di Indonesia’.

Manahara juga mengatakan, ATAKI menjembatani perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pelaku jasa konstruksi melalui seminar dan kegiatan seperti ini.

“ATAKI datang ke dunia perguruan tinggi, mengajak alumni-alumni dan pelaku jasa konstruksi untuk mengikuti kegiatan seminar-seminar agar mendapatkan sertifikasi kompetensi ahli,” tambah Manahara. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda