Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, BSN Siapkan Kantor Layanan Teknis di Riau

0

RIAU, BERITAANDA – Sebagai daerah yang kaya budaya dan kuliner, Provinsi Riau memiliki banyak produk-produk unggulan yang dapat menjadi modal untuk bersaing di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Tentu, produk-produk yang dipasarkan harus memiliki jaminan akan kualitasnya. Salah satunya dengan memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) atas produk yang dihasilkan.

“Standardisasi bagi dalam negeri adalah untuk melindungi konsumen kita. Adapun dalam kebutuhan luar negeri, standardisasi dapat membuka pasar global. Maka dengan menerapkan SNI, produk-produk yang ada di Provinsi Riau dapat lebih berdaya saing,” ujar Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya, selepas menandatangani kesepakatan bersama dengan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, tentang pembinaan dan pengembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian, bertempat di Balai Pauh Janggi, Riau, Senin (3/9/2018).

Kesepakatan bersama dengan Provinsi Riau ini tidak hanya untuk melaksanakan amanat UU No.20 Tahun 2014 tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian, namun juga untuk meningkatkan daya saing produk unggulan UMKM di Provinsi Riau, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas dan mutu pelayanan publik, sehingga dapat melindungi segenap masyarakat dan pelaku usaha di Provinsi Riau.

Dalam kesempatan ini, Bambang pun menyatakan bahwa BSN siap memfasilitasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Provinsi Riau untuk menerapkan SNI.

“Untuk membina pelaku usaha, khususnya UMKM dalam penerapan SNI, kami akan menyiapkan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Provinsi Riau,” ujarnya.

KLT yang rencananya akan bertempat di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Jl. Hangtuah No.218, Rejosari, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru ini dapat menjadi akses bagi para para pelaku usaha untuk memperoleh informasi mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian serta konsultasi proses sertifikasi SNI dan akreditasi. Selain itu, KLT di Riau juga dapat dimanfaatkan memberikan pendidikan dan pelatihan terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian kepada masyarakat.

Arsyadjuliandi menyambut baik penandatanganan kesepakatan bersama ini. “Provinsi Riau memiliki produk-produk unggulan seperti kelapa sawit, sagu, kopi, serta karet. Tentu semua harus melalui standardisasi agar dapat berdaya saing,” ujarnya.

Ia pun berharap BSN dapat segera memberikan layanan KLT di Riau. “Ini sangat membantu pengembangan produk yang ada di Riau ke depan,” ujarnya.

Keberadaan KLT BSN di Riau juga melengkapi Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri (BPPSI) yang telah diresmikan pada November 2017.

Saat ini, di Provinsi Riau telah terdapat 23 laboratorium uji dan 1 UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disperindag Provinsi Riau.

Diharapkan, kata dia, MoU antara BSN dengan Pemerintah Provinsi Riau dapat mendorong perbaikan dan pengembangan lembaga penilaian kesesuaian di Riau serta membantu memperbaiki pengawasan barang beredar untuk perlindungan konsumen dan perdagangan yang sehat. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda