Tidak Memenuhi Syarat Dapatkan Fasilitas KPR, Ditjen Pembiayaan Perumahan Perkenalkan BP2BT

0

JAMBI, BERITAANDA – Salah satu terobosan sebagai upaya mengatasi isu pembiayaan perumahan, Ditjen Pembiayaan Perumahan memperkenalkan biaya pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) untuk memberikan jawaban bagi masyarakat yang tidak memenuhi syarat mendapatkan fasilitas KPR.

Hal ini dijelaskan oleh Kabid Perumahan Yenki Febrida mewakili Kadis PUPR Provinsi Jambi, saat membuka rapat koordinasi identifikasi kesiapan pemerintah daerah pilot project program BP2BT, Selasa (9/10/2018), di Hotel Odua Weston Jambi.

Dikatakan oleh Yenki Febrida, pembinaan pendanaan dan sistem pembiayaan perumahan merupakan salah satu kegiatan dekonsentrasi sub bidang pembiayaan perumahan Provinsi Jambi pada Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR.

“Tujuan rakor ini untuk mengidentifikasi potensi sebaran rumah bersubsidi maupun kelompok masyarakat, dan meningkatkan kepedulian daerah terhadap pentingnya upaya pencapaian akses terhadap bantuan atau kemudahan pembiayaan perumahan,” jelasnya.

“Pemerintah daerah membantu dalam kemudahan seperti administrasi bisa diproses cepat dan tidak memakan waktu lama, serta didukung oleh bank pemerintah yang sudah bekerjasama dalam KPR ini,” pungkas dia.

Ditambahkan oleh PPK Dekonsentrasi Pembiayaan Perumahan Provinsi Jambi, Welly Yulvan Endin. ST, BP2BT dapat memberikan jawaban bagi masyarakat dalam memenuhi kelengkapan administrasinya atau tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas KPR dari perbankan, baik dalam rangka pemilikan rumah maupun untuk pembangunan rumah secara swadaya.

Dijelaskan dia, bahwa dari data Sakernas 2016 menunjukkan bahwa 50.8 persen masyarakat Indonesia merupakan pekerja informal yang tidak dapat mengakses pinjaman ke bank. Hal inilah menjadi perhatian khusus dari kegiatan ini, untuk mengupayakan sistem pembiayaan membeli rumah layak huni melalui sistem pinjaman. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda