Terkait Penilaian KPK, Eddi Demang: Yang Bobrok Bukan Kinerja Petugas ULP, Namun Hanya Fasilitas dan Prasarana

0
Kondisi gedung ULP OI yang dinilai tim supervisi KPK bagai sebuah kandang.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala ULP OI Eddy Demang mengatakan, penilaian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) OI seperti kandang tersebut sangat wajar.

Hal ini disampaikannya kepada awak media, seperti yang dilansir dari kabar28.com.

“Karena, mereka (tim KPK) saat itu sifatnya hanya mengingatkan. Tentu ke depan kita akan lakukan pembenahan. Kemudian yang dinilai bobrok itu hanya fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki saja, bukan kinerja petugas ULP-nya,” ujar dia, Kamis (12/7/2018).

Lanjut Eddy lagi, kalau KPK membandingkan antara ULP OI dengan Surabaya, kita (OI) merupakan kabupaten baru jadi tentu sungguh jauh kalahnya.

“Sarana dan prasarana yang dimiliki ULP OI tidak bisa disamakan dengan Surabaya. APBD OI tidak sebesar bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Sementara, Kepala ULP sendiri belum defenitif,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai pihaknya tidak menayangkan tender, Eddy mengaku pihaknya terkendala APBD.

“Kita sifatnya hanya mengelola dan melaksanakan tugas. Mengenai hal tersebut pihak ketigalah yang merasa dirugikan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II Pemkab OI H. Muhsin Abdullah mengaku pihaknya sudah menggodok hal tersebut. Pemkab belum akan melelang sebelum terbentuk lembaga baru, untuk kantor ULP akan dianggarkan pada ABT.

“Kita sudah terima rekomendasi dari KPK agar diadakan peningkatan pembangunan gedung. Tujuannya agar nyaman bekerja. Kita buat ULP jadi Eselon IIIA setara kepala bagian, petunjuknya menunggu LKPP dan Mendagri. Jadi nanti berdasarkan perbup ada bagian pengadaan barang dan jasa,” ujarnya. (Adw)

Sumber: kabar28.com

Bagaimana Menurut Anda