Terkait Kasus Oplos Rastra, Polisi Bantah Sudah Menangkap Oknum Kades Ulak Jermun

619

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Oknum Kepala Desa (Kades) Ulak Jermun Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berikut kedua rekan yang sebelumnya dinyatakan telah ditangkap aparat kepolisian setempat, lantaran sedang mengoplos beras sejahtera (rastra), Jumat (12/7/2019) sekira pukul 01.00 Wib, ternyata tidak benar.

Pasalnya, ketiga orang terduga pelaku yaitu oknum Kades Ulak Jermun Sukarman (45) dan pemilik pabrik terletak RT 06 Desa Ulak Jermun SP Padang, Junaidi alias Tagok (45), merupakan warga setempat, serta Ringgo (45), Ketua RT 01 di desa tersebut yang sebelumnya dinyatakan telah ditangkap, ternyata masih berkeliaran bebas.

Padahal seperti keterangan disampaikan sebelumnya, bahwa personel Polsek SP Padang dan masyarakat Desa Ulak Jermun telah menangkap basah oknum kades sedang melakukan pengoplosan beras bersubsidi atau rastra (bantuan dari pemerintah) di dalam pabrik milik Junaidi Alias Tagok, Jumat (12/7/2019) dini hari.

Dan menurut informasi didapat, saat pengoplosan terjadi, ada warga setempat memergoki dan menyaksikan langsung, dimana ada sang oknum kades dan pemilik pabrik, termasuk Ketua RT yang sebelumnya dinyatakan telah ditangkap tetapi ternyata masih berkeliaran bebas, saat itu berada di lokasi kejadian.

Informasi yang beredar bahwa dikatakan oknum Kades Ulak Jermun telah ditangkap, dibantah oleh Kapolsek SP Padang IPTU Bachtiar ketika dikonfirmasi melalui seluler, Jumat (12/7/2019) sekira pukul 17.53 Wib. Namun ia membenarkan dugaan adanya pengoplosan rastra di Desa Ulak Jermun SP Padang OKI, tetapi hanya beras sebanyak 1,2 ton yang diamankan.

“Untuk kasus dugaan pengoplosan beras bersubsidi di dalam pabrik milik Junaidi Alias Tagok yang terletak di RT 06 Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten belum ada yang ditahan. Karena pada malam penggerebekan, kadesnya tidak berada di lokasi kejadian,” ungkap dia.

Sementara kasusnya telah kita serahkan ke unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres OKI. Lanjutnya, tinggal lagi Pidsus yang akan memanggil oknum kades tersebut. Karena sudah kita limpahkan ke mereka. Apakah nanti akan dikirim surat panggilan atau dijemputnya, serta jika terbukti bersalah baru akan dilakukan penahanan.

Hal itu juga ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Agus Prihardinika yang menyebutkan, bahwa oknum Kepala Desa Ulak Jermun SP Padang, Sukarman, tidak ditangkap pada malam penggerebekan terkait dugaan pengoplosan beras sejahtera (rastra). Karena saat itu memang tidak berada di lokasi kejadian.

“Yang diamankan hanya beras, tidak ada penangkapan maupun penahanan terhadap siapapun, termasuk oknum kades seperti ramai dibicarakan. Penanganan kasus ini juga sudah kami ambil alih dan sedang dilakukan pendalaman. Sejumlah orang sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut,” tegas dia.

Kita juga akan meminta penjelasan pihak Bulog dan Dinas Sosial Kabupaten OKI mengenai status beras tersebut.

“Artinya kami akan berkoordinasi dengan pihak Bulog dan Dinsos dulu, mohon rekan – rekan bersabar. Terkait simpang siur informasi yang menyatakan adanya penangkapan maupun penahanan terhadap oknum Kades Ulak Jermun tolong dikoreksi,” jelas dia.

Disisi lain, informasi didapat menyebutkan, ada 7 orang warga Desa Ulak Jermun SP Padang mendatangi Mapolres OKI guna melaporkan oknum kades tersebut karena diduga telah menyelewengkan jatah beras subsidi dari pemerintah untuk warga desa sebanyak 1,2 ton.

Ke-7 orang warga itu masing-masing bernama Suparman, Pradi, Mutawal, Samson, Pardi dan Solindi yang menjabat Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Ulak Jermun SP Padang. Dimana menurut Solindi, kedatangannya ke Polres OKI melaporkan kepala desa mereka guna memastikan dugaan penyelewengan itu diproses polisi.

Dirinya menjelaskan, pada Jumat (12/7/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib, warga mendatangi pabrik yang diduga menjadi lokasi pengoplosan beras subsidi dengan cara dipindahkan dari karung bersubsidi 10 Kg ke karung biasa non subsidi 50 Kg yang diduga akan hendak dijual kembali.

“Saat warga datang, ada 5 orang termasuk oknum kades berada dalam pabrik dan sedang memindahkan beras dari karung bersubsidi ke karung yang ukurannya lebih besar. Sempat terjadi adu mulut antara kades dengan warga, sebelum akhirnya oknum kades keluar dan meninggalkan pabrik diikuti keempat orang lainnya,” terang Solindi.

Usai oknum kades dan keempat orang itu pergi, pintu pabrik langsung dikunci dan warga melapor ke Polsek SP Padang.

Lanjutnya, bersama warga, polisi lalu membuka pintu pabrik dan menemukan banyak karung beras bersubsidi yang belum dibuka. Ada juga karung yang sudah dibuka, dan termasuk karung beras non subsidi yang sudah berisi beras. Oleh polisi, karung beras itu dibawa ke Mapolsek SP Padang.

“Kami curiga beras itu diselewengkan, makanya kami melaporkan secara resmi oknum kades tersebut,” katanya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda